Bea Keluar Batu Bara Masih Dikaji, Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Penerimaan Negara dari Sektor Tambang

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Senin, 27 Juli 2026 | 15:27 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan kenaikan harga batu bara membantu meningkatkan potensi penerimaan negara sepanjang tahun 2026. (Facebook.com @Purbaya Yudhi Sadewa)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan kenaikan harga batu bara membantu meningkatkan potensi penerimaan negara sepanjang tahun 2026. (Facebook.com @Purbaya Yudhi Sadewa)

Purbaya menilai mekanisme tersebut sudah cukup membantu menjaga ruang fiskal pemerintah.

"Jadi yang penting 'kan untuk saya adalah mengamankan anggaran," kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca Juga: Kasus TPPU Febrie Adriansyah Picu Sorotan Pengelolaan Saham Sitaan Kejaksaan Agung di Bursa Efek Indonesia

Target Bea Cukai Dipengaruhi Perlambatan Perdagangan Global

Pemerintah sebelumnya memperkirakan penerimaan kepabeanan dan cukai 2026 mengalami shortfall sekitar Rp15,4 triliun.

Realisasi penerimaan diproyeksikan mencapai Rp320,6 triliun atau 95,4 persen dari target APBN sebesar Rp336 triliun.

Menurut Purbaya, kondisi tersebut terutama dipicu perlambatan perdagangan dan fluktuasi harga komoditas.

Baca Juga: Sudaryono Resmi Nahkodai BGN, Tantangan Besar Program Makan Bergizi Gratis Kini Menanti di Depan

Bea Keluar Dinilai Berpotensi Menambah Penerimaan Negara

Purbaya mengakui penerimaan negara berpotensi lebih besar apabila bea keluar batu bara diterapkan.

Namun pemerintah belum menjadikan kebijakan tersebut sebagai solusi utama untuk mengejar target fiskal.

"Kalau bea keluar batu bara akan dikenakan, ya mungkin akan lebih tinggi income-nya, tapi yang saya kejar bukan dari situ saja," ujar Purbaya Yudhi Sadewa.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X