Pernyataan itu menunjukkan pemerintah ingin menciptakan iklim usaha yang lebih adil bagi seluruh pelaku usaha.
DJP Verifikasi Data dengan Audit dan Analisis Menyeluruh Lapangan
Sebagian korporasi yang diperiksa disebut mulai menyatakan kesediaan memenuhi kewajiban perpajakan.
Namun, DJP tetap melakukan verifikasi menyeluruh sebelum menerima klaim tersebut.
"Udah sebagian datangin Pak Dirjen katanya mau bayar. Tapi kita akan tetap cek betul nggak yang diklaim oleh mereka."
"Kita bisa cek macam-macam. Cek listrik seperti apa, penggunaannya, cek importnya seperti apa," kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya menambahkan DJP memiliki auditor berpengalaman yang mampu menelusuri berbagai skema penghindaran pajak.
Langkah ini melanjutkan penguatan reformasi administrasi perpajakan yang beberapa tahun terakhir difokuskan pada pemanfaatan data, analisis risiko, dan pengawasan berbasis kepatuhan.****
Artikel Terkait
Posisi Duduk Prabowo dan Gibran Jadi Sorotan, Mensesneg Beber Alasan Teknis dalam Sidang Kabinet
Nanik S. Deyang Pamit dari BGN untuk Berobat, Apa Saja Perubahan Besar Program MBG yang Ditinggalkan Hari Ini
Danantara Siap Kelola Ekspor Sumber Daya Alam, Prabowo Targetkan Implementasi Penuh Mulai September 2026
Nanik Deyang Paparkan Alasan Mundur dari BGN Sekaligus Ungkap Reformasi Besar Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional Setelah Nanik S Deyang Mundur Karena Alasan Kesehatan
Gerindra Bantah Spekulasi Hubungan Prabowo dan Gibran, Istana Sebut Tata Letak Sidang Hanya Teknis
Sudaryono Bantah Miliki Dapur MBG, Kepala BGN Ingatkan Publik Waspadai Pencatutan Nama untuk Proyek Resmi
Penjualan Solar Subsidi ke Sektor Pertambangan Jadi Sorotan, DPR Dorong Langkah Cepat BPH Migas dan Pertamina
Mengapa Wapres Gibran Tak Duduk Berdampingan dengan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Resmi Pemerintah
Bea Cukai Masuk Babak Baru, Menkeu Purbaya Paparkan Strategi Reformasi dan Pengawasan Digital Berbasis AI