INFO EKSPRES:
- Ekspor satu pintu menjadi strategi pemerintah memperkuat pengawasan perdagangan komoditas SDA Indonesia.
- Prabowo menyebut selisih harga ekspor kelapa sawit mencapai hampir 50 persen dibanding pasar internasional.
- PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi instrumen baru untuk meningkatkan transparansi ekspor nasional.
SULBAREKSPRES.COM - Pertanyaan mengapa Presiden Prabowo Subianto duduk di tengah, sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak berada di sisi yang biasa, memunculkan beragam tafsir.
Apakah perubahan itu menandakan dinamika politik baru, atau hanya konsekuensi teknis dalam penyelenggaraan Sidang Kabinet Paripurna?
Mensesneg Tegaskan Teleprompter Jadi Alasan Posisi Duduk Prabowo dan Gibran Berbeda
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan perubahan posisi duduk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat Sidang Kabinet Paripurna, Minggu, (20/Juli/2026), tidak berkaitan dengan persoalan politik.
Menurut Prasetyo, pengaturan tata letak di ruang sidang dilakukan semata-mata untuk mendukung penggunaan teleprompter ketika Presiden menyampaikan evaluasi kinerja pemerintah.
Dikutip dari media Indonesiaraya.co.id,, Prasetyo meminta masyarakat tidak membangun spekulasi karena fokus utama sidang adalah pembahasan program prioritas nasional.
Presiden Memimpin Evaluasi Kinerja Pemerintah dalam Sidang Kabinet Paripurna Rutin Nasional
Prasetyo menjelaskan Sidang Kabinet Paripurna merupakan agenda rutin yang dipimpin Presiden untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah.
Sidang tersebut juga digunakan sebagai forum penyampaian arahan percepatan pelaksanaan program prioritas pada semester kedua tahun 2026.
"Yang perlu juga kami informasikan bahwa sidang kabinet paripurna sebelum yang kemarin itu dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026. Jadi kurang lebih empat bulan yang lalu. Jadi ini adalah sidang kabinet paripurna rutin yang diselenggarakan oleh Bapak Presiden," kata Prasetyo Hadi.
Ia menambahkan jeda sekitar empat bulan sejak sidang sebelumnya menunjukkan agenda tersebut merupakan bagian dari mekanisme evaluasi berkala pemerintah.
Penggunaan Teleprompter Membuat Tata Letak Ruang Sidang Perlu Disesuaikan Kembali Secara Teknis
Prasetyo mengungkapkan Presiden menyampaikan banyak materi mengenai capaian pemerintahan selama sekitar 20 hingga 21 bulan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tidak Pernah Campuri Penegakan Hukum, Gerindra Respons Resmi Klaim Hotman Paris
Prabowo Apresiasi Petani Indonesia, Soroti Pentingnya Penghasilan Layak Demi Ketahanan Pangan Nasional
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris Kepada Wartawan, Tegaskan Kerja Jurnalistik Dilindungi UU Pes
Portal Perlinsos Ungkap Cara Sistem Digital Tentukan Penerima Bansos Secara Cepat, Transparan, dan Tepat Sasaran
Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Kritik Frank Alexander Memicu Sorotan Publik di Media Sosial
PFII Segera Disahkan, Simak Aturan Baru yang Disiapkan Pemerintah untuk Menarik Investasi Internasional
DJBC Evaluasi Sistem Pengawasan Setelah BPK Temukan Piutang Negara Belum Tertagih Optimal
Istana Bantah Pemeriksaan Febrie Adriansyah Harus Seizin Presiden, Prasetyo Hadi Minta Hormati Mekanisme Hukum
SE-9/PJ/2026 Terbit, DJP Perketat Permintaan Informasi Lembaga Keuangan dan Pelapor Aset Kripto Demi Kepatuhan
DSI Kelola Devisa 10,5 Miliar Dolar AS, Pemerintah Optimistis Tata Kelola Ekspor Semakin Transparan dan. Terintegrasi