INFO EKSPRES:
- Wacana pembubaran Bea Cukai mereda setelah pemerintah melihat peningkatan kinerja lembaga.
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai reformasi mulai menghasilkan perubahan yang terukur.
- AI menjadi instrumen penting memperkuat sistem kepabeanan dan pemberantasan penyelundupan.
SULBAREKSPRES.COM - Mengapa pemerintah kini memilih memperkuat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, bukan membubarkannya seperti pernah diwacanakan?
Sejauh mana reformasi internal dan teknologi AI diyakini mampu menekan penyelundupan serta meningkatkan penerimaan negara?
Pemerintah Tegaskan Bea Cukai Tetap Dipertahankan Setelah Reformasi
Pemerintah memastikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tetap dipertahankan setelah reformasi internal dinilai menghasilkan kemajuan nyata.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN Kita pada Rabu, (22/Juli/2026).
Keputusan itu sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan pembubaran lembaga yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.
Perombakan SDM Menjadi Fondasi Perubahan Organisasi Bea Cukai
Purbaya menjelaskan reformasi dimulai dengan perombakan sumber daya manusia dan penyegaran jajaran pimpinan.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi untuk memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan integritas organisasi.
"Bea Cukai progressnya sudah amat baik, kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk puncak pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik."
"Dan mereka tahu kalau mereka nggak baik mereka akan dibubarkan," ujar Purbaya Yudhi Sadewa.
Ia menambahkan perubahan organisasi mulai tercermin pada peningkatan kualitas kinerja institusi.
Artikel Terkait
DSI Kelola Devisa 10,5 Miliar Dolar AS, Pemerintah Optimistis Tata Kelola Ekspor Semakin Transparan dan. Terintegrasi
Posisi Duduk Prabowo dan Gibran Jadi Sorotan, Mensesneg Beber Alasan Teknis dalam Sidang Kabinet
Nanik S. Deyang Pamit dari BGN untuk Berobat, Apa Saja Perubahan Besar Program MBG yang Ditinggalkan Hari Ini
Danantara Siap Kelola Ekspor Sumber Daya Alam, Prabowo Targetkan Implementasi Penuh Mulai September 2026
Nanik Deyang Paparkan Alasan Mundur dari BGN Sekaligus Ungkap Reformasi Besar Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional Setelah Nanik S Deyang Mundur Karena Alasan Kesehatan
Gerindra Bantah Spekulasi Hubungan Prabowo dan Gibran, Istana Sebut Tata Letak Sidang Hanya Teknis
Sudaryono Bantah Miliki Dapur MBG, Kepala BGN Ingatkan Publik Waspadai Pencatutan Nama untuk Proyek Resmi
Penjualan Solar Subsidi ke Sektor Pertambangan Jadi Sorotan, DPR Dorong Langkah Cepat BPH Migas dan Pertamina
Mengapa Wapres Gibran Tak Duduk Berdampingan dengan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Resmi Pemerintah