Purbaya menilai mekanisme tersebut sudah cukup membantu menjaga ruang fiskal pemerintah.
"Jadi yang penting 'kan untuk saya adalah mengamankan anggaran," kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Target Bea Cukai Dipengaruhi Perlambatan Perdagangan Global
Pemerintah sebelumnya memperkirakan penerimaan kepabeanan dan cukai 2026 mengalami shortfall sekitar Rp15,4 triliun.
Realisasi penerimaan diproyeksikan mencapai Rp320,6 triliun atau 95,4 persen dari target APBN sebesar Rp336 triliun.
Menurut Purbaya, kondisi tersebut terutama dipicu perlambatan perdagangan dan fluktuasi harga komoditas.
Baca Juga: Sudaryono Resmi Nahkodai BGN, Tantangan Besar Program Makan Bergizi Gratis Kini Menanti di Depan
Bea Keluar Dinilai Berpotensi Menambah Penerimaan Negara
Purbaya mengakui penerimaan negara berpotensi lebih besar apabila bea keluar batu bara diterapkan.
Namun pemerintah belum menjadikan kebijakan tersebut sebagai solusi utama untuk mengejar target fiskal.
"Kalau bea keluar batu bara akan dikenakan, ya mungkin akan lebih tinggi income-nya, tapi yang saya kejar bukan dari situ saja," ujar Purbaya Yudhi Sadewa.****