Danantara Siap Kelola Ekspor Sumber Daya Alam, Prabowo Targetkan Implementasi Penuh Mulai September 2026

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Rabu, 22 Juli 2026 | 08:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya transparansi ekspor komoditas sumber daya alam sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional. (Dok. Instagram @Prabowo)
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya transparansi ekspor komoditas sumber daya alam sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional. (Dok. Instagram @Prabowo)

Menurut Prabowo, praktik tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan mengurangi penerimaan devisa negara.

Presiden Prabowo Soroti Dugaan Selisih Harga Ekspor Kelapa Sawit Indonesia

Presiden mencontohkan dugaan praktik yang terjadi pada ekspor kelapa sawit Indonesia.

Ia menyebut harga kontrak ekspor tercatat sekitar Rp15.000 per kilogram.

Baca Juga: PFII Segera Disahkan, Simak Aturan Baru yang Disiapkan Pemerintah untuk Menarik Investasi Internasional

Namun, menurut Prabowo, harga di pasar internasional Rotterdam mencapai sekitar Rp27.000 per kilogram.

"Sebagai contoh kelapa sawit banyak dijual di Indonesia resmi kontrak harganya Rp15.000 per kilo, padahal harga di internasional di Eropa Rotterdam itu Rp27.000, harga sebenarnya Rp27.000," ujar Prabowo.

Pemerintah Ingin Menutup Celah Manipulasi Nilai Ekspor Komoditas Nasional Indonesia

Prabowo menilai selisih harga tersebut menunjukkan adanya nilai ekonomi yang tidak kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Portal Perlinsos Ungkap Cara Sistem Digital Tentukan Penerima Bansos Secara Cepat, Transparan, dan Tepat Sasaran

Pemerintah karena itu ingin seluruh proses ekspor berjalan melalui mekanisme yang lebih transparan dan terkendali.

"Jadi perusahaan dari Indonesia dia ekspor, begitu di sini dia jual Rp14.000, dalam perjalanan ke Eropa, konon kabarnya berubah-ubah lagi dealnya, sehingga di sana Rp27.000... jadi kita tegakkan," tegas Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia diharapkan menjadi instrumen pemerintah memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menjaga penerimaan devisa dari komoditas sumber daya alam.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X