INFO EKSPRES:
- Danantara mempercepat sinergi BUMN untuk memperluas layanan KDKMP sebagai pusat ekonomi dan pelayanan masyarakat desa.
- Berbagai kebutuhan pokok hingga layanan keuangan akan tersedia dalam ekosistem KDKMP yang saling terintegrasi.
- Pemerintah menilai kolaborasi BUMN menjadi fondasi penting memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi desa.
SULBAREKSPRES.COM - Bagaimana pemerintah memastikan Koperasi Desa Merah Putih tidak sekadar menjadi tempat distribusi barang?
Mengapa sinergi sejumlah BUMN dinilai menjadi kunci agar koperasi mampu menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan?
Danantara Gandeng BUMN Perkuat Koperasi Merah Putih Sebagai Motor Ekonomi Desa
Pemerintah terus mempercepat penyempurnaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat layanan masyarakat.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyebut integrasi koperasi masih dalam tahap awal.
"Sekarang ini integrasi KDKMP memang masih di tahap awal, jadi masih ada yang harus disempurnakan."
"Ke depan kita bakal terus benahi supaya sistemnya makin rapi, layanannya makin lengkap, dan masyarakat desa bisa merasakan manfaatnya secara langsung," ujar Dony Oskaria.
Koperasi Desa Disiapkan Menjadi Pusat Distribusi Kebutuhan Pokok Nasional
KDKMP dirancang menjadi simpul distribusi berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
Komoditas yang akan disalurkan meliputi LPG 3 kilogram, beras SPHP, Minyakita, serta pupuk bersubsidi.
Pemerintah berharap distribusi menjadi lebih efektif melalui jaringan koperasi yang tersebar di berbagai daerah.
Ekosistem Layanan Keuangan dan Logistik Dibangun dalam Satu Jaringan
KDKMP juga akan menyediakan layanan pembiayaan Mekaar bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Legenda Samba Paria Asal Sulbar Ungkap Perjuangan Gadis Mandar Melawan Raja Kejam demi Keluarga dan Rakyat
Mengapa FBI Ikut dalam Kasus Febrie Adriansyah, Polri Jelaskan Pemeriksaan Dolar AS dan Barang Bukti Korupsi
SapuLangit Media Dorong Literasi Budaya Lewat Rubrik Cerita Rakyat yang Angkat Legenda Lokal dari Berbagai Daerah
Stimulus Rp110,7 Triliun dan APBN 2025 Diklaim Jaga Daya Beli, Seberapa Besar Dampaknya Bagi Masyarakat
Mengapa Isu Aisyah Zakiyyah dan Dody Hanggodo Ramai Dibahas? Simak Fakta Lengkap Pengangkatan Komisaris PT PP
Pailit PT DPS Jadi Momentum Pembenahan bagi Industri Galangan Kapal Nasional, Ini Respons Para Pengusaha
Dony Oskaria Jelaskan Alasan Teguh Arief Indratmoko Ditunjuk Menjadi Dirut Peruri Gantikan Dwina Septiani Wijaya
Purbaya Sebut Reformasi DJP Berhasil, Penerimaan Pajak Tumbuh 24,6 Persen Pada Semester Pertama Tahun 2026
Georgetown University Nilai Indonesia Punya Peluang Besar Melahirkan Solusi Dunia Lewat Riset, Investasi, dan Penciptaan Lapangan Kerja Nasional
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry Juliantono Berikan Penjelasan Resmi di DPR