INFO EKSPRES:
- Tiga mantan presiden disebut masih menjadi magnet pembentukan koalisi menjelang Pilpres 2029.
- Gibran, AHY, dan Puan dinilai berpeluang menjadi bagian penting dalam konfigurasi politik nasional.
- Skenario poros baru menjadi perhatian apabila tidak tercapai kesepakatan dengan Prabowo.
SULBAREKSPRES.COM - Apakah konfigurasi politik menuju Pilpres 2029 mulai terbentuk jauh sebelum masa pencalonan resmi dibuka?
Mungkinkah keputusan Prabowo Subianto menentukan calon wakil presiden menjadi faktor yang mengubah peta koalisi nasional secara drastis?
Nama Gibran, AHY Hingga Puan Masuk Bursa Pendamping Prabowo
Dari poros Jokowi, nama Gibran Rakabuming Raka dinilai berpeluang dipertimbangkan kembali sebagai calon wakil presiden.
Dari Demokrat, AHY juga disebut sebagai figur yang memiliki peluang apabila terjadi kesepakatan politik dengan Prabowo.
Adapun PDIP memiliki sejumlah nama seperti Puan Maharani maupun Pramono Anung yang dinilai berpotensi masuk dalam pembahasan politik.
Keputusan Prabowo Bisa Mengubah Peta Koalisi Nasional Menjelang Pilpres 2029
Jokowi disebut memiliki dukungan dari PSI dan jaringan relawan yang selama ini aktif mengawal agenda politiknya.
SBY tetap menjadi figur sentral Partai Demokrat dengan AHY sebagai tokoh yang diproyeksikan melanjutkan kepemimpinan politik partai.
Sementara Megawati masih memegang kendali strategis PDIP yang memiliki pengalaman panjang mengusung kader sendiri dalam pemilu nasional.
Adi Prayitno Soroti Skenario Jika Gibran Tidak Dipilih Lagi
Pengamat politik Adi Prayitno memuunculkan pertanyaan besar, apa yang terjadi apabila Prabowo tidak kembali memilih Gibran pada Pilpres 2029.
"Misalnya Gibran tidak dipilih oleh Prabowo sebagai calon wakil presidennya untuk maju di 2029 untuk kedua kalinya," ujar Adi Prayitno, dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official.