INFO EKSPRES:
- Tujuh korporasi disebut dalam konferensi pers terkait penyidikan perkara Don Ritto dan Febrie Adriansyah.
- Penyidik menelusuri dugaan penggunaan jasa hukum yang berkaitan dengan penanganan perkara di Jampidsus.
- Kejaksaan Agung menegaskan proses penyidikan terus berjalan sesuai ketentuan hukum.
SULBAREKSPRES.COM - Apa arti di balik langkah Kejaksaan Agung mengumumkan nama-nama korporasi di tengah penyidikan kasus dugaan korupsi Jampidsus?
Sejauh mana daftar tersebut akan membuka alur dugaan hubungan antara advokat Don Ritto dengan perkara yang sedang diusut?
Daftar 7 Korporasi Diungkap Kejagung, Penyidikan Kasus Don Ritto dan Febrie Adriansyah Meluas
Kejaksaan Agung membuka daftar tujuh korporasi yang diduga menggunakan jasa hukum terkait advokat Don Ritto dan rekan-rekannya.
Langkah tersebut diumumkan saat penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terus berkembang.
Kasus itu berkaitan dengan proses penanganan hukum perkara PT Asabri (Persero) pada periode 2020–2024.
Rudi Margono Beberkan Korporasi yang Sedang Didalami Penyidik Kejaksaan
Koordinator Tim Sembilan sekaligus Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Rudi Margono, mengungkap daftar korporasi yang masuk pendalaman.
Nama-nama yang disebut meliputi PT Waskita Beton Precast Tbk, PT Argo Jaya, PT Inti Sumber Bajasakti, PT Perwira Adhitama Sejati, PT Jasa Marga, dan PT Bandung Indah Gemilang.
Jumlah keseluruhan korporasi yang disampaikan Kejaksaan Agung mencapai tujuh entitas.
"Ini perusahaan-perusahaan yang diduga kuat menggunakan jasa hukum yang terkait dengan diduga kuat Don Ritto dan kawan-kawan," ujar Rudi Margono.
Baca Juga: OJK Perkuat Penyelesaian Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia Melalui Dukungan Penegakan Hukum
Status Tersangka Menjadi Babak Baru Pengusutan Perkara Asabri
Don Ritto telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Artikel Terkait
Fakta Penetapan Nurman Herin Sebagai Tersangka TPPU dan Dampaknya pada Penyidikan Febrie Adriansyah
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Melambat? Pemerintah Sebut Faktor Musiman Menjadi Penyebab Utama
Garuda Buka Suara Soal Konsolidasi dengan Pelita Air, Skema Holding Maskapai BUMN Belum Diputuskan Hingga Kini
Disinformasi Pendidikan Juli 2026 Ramai Dibahas, Ini Penjelasan Pemerintah Mengenai Literasi, Guru, URI dan Kopdes
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Dan Inflasi, Destry Damayanti Pastikan Kebijakan Konsisten Hingga Gubernur Definitif
Istana Hormati Hasil Survei SMRC, Pemerintah Sebut Evaluasi Berjalan dan Program Strategis Tetap Dilanjutkan
Dugaan Suap Kuantan Singingi, KPK Perkuat Bukti Sebelum Putuskan Pemeriksaan Raja Juli Antoni dalam Penyidikan
Istana Pastikan Belum Ada Nama Resmi Gubernur BI, Bursa Kandidat Destry, Muliaman dan Aida Terus Menguat
OJK Perkuat Penyelesaian Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia Melalui Dukungan Penegakan Hukum
Profil Lengkap Thomas Djiwandono , Sosok yang Menguat, Ramai Dibahas Setelah Isu Pergantian Gubernur BI