INFO EKSPRES:
- LPKNI mengirim laporan persoalan KCBN Muaro Jambi kepada UNESCO di Paris menggunakan dua bahasa pada 1 Desember 2025.
- KCBN Muaro Jambi menyimpan jejak penting peradaban masa lalu Asia Tenggara dengan nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
- Pemerintah melalui DJKN dan KPKNL Jambi melakukan inventarisasi aset negara yang berkaitan dengan kawasan Candi Muaro Jambi.
SULBAREKSPRES.COM - Apakah warisan peradaban Muaro Jambi seluas 3.981 hektare harus terus berhadapan dengan aktivitas industri batu bara?
Mengapa persoalan zonasi dan status aset kawasan ini belum sepenuhnya tuntas, hingga LPKNI membawa laporan tersebut ke UNESCO?
LPKNI Bawa Persoalan Stockpile Batu Bara Muaro Jambi Ke UNESCO
Upaya penyelamatan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi memasuki fase penting setelah persoalan stockpile batu bara dibawa ke tingkat internasional.
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Kurniadi Hidayat mengatakan pihaknya mengirim surat kepada UNESCO di Paris pada 1 Desember 2025.
Surat tersebut memuat laporan mengenai dugaan persoalan zonasi serta aktivitas industri, terutama stockpile batu bara, di dalam dan sekitar zona penyangga.
“Terakhir, kami dari Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia menyurati UNESCO dengan dua bahasa."
"Meminta UNESCO untuk menindaklanjuti masalah ini, karena ini sudah masuk dalam wilayah internasional,” kata Kurniadi Hidayat, Minggu, (16/08/2026)
Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi Membentang Seluas 3.981 Hektare
KCBN Muaro Jambi memiliki luas 3.981 hektare dan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional berdasarkan Permendikbud Nomor 259/M/2013.
Sistem zonasi kawasan kemudian ditetapkan melalui Keputusan Mendikbudristek Nomor 135/M/2023 yang membagi kawasan menjadi zona inti, penyangga, dan pengembangan.
Kawasan tersebut memiliki nilai sejarah tinggi karena temuan arkeologisnya mengindikasikan Muaro Jambi sebagai pusat pendidikan Buddhisme tertua dan terluas di Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Kemendag Hubungkan Daerah Surplus dan Kekurangan Pasokan Telur Ayam Melalui Business Matching Antarwilayah
BRI dan Danantara Dorong UMKM Naik Kelas melalui Pembiayaan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan di Seluruh Indonesia
Mengapa Indonesia Disebut Negara Konoha? Ini Asal Usul Istilah dari Naruto dan Perkembangannya di Media Sosial
Warisan Michael Bambang Hartono Capai Dolar AS11,72 Miliar, Empat Anak Masuk Babak Baru Keluarga Hartono
Denny Sumargo atau Densu Terseret Sidang Richard Lee Vs Doktif, Ini Penjelasan Soal Produk White Tomato
DSI Kelola Devisa 14 Miliar Dolar AS dan Pantau Ribuan Transaksi Ekspor Indonesia Sejak Beroperasi Juni 2026
Dana Nonbujeter Bank BJB Serdang Didalami KPK, Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Bisa Dipanggil Lagi
DPRD Gowa Setujui Usulan Pemberhentian Bupati Husniah, Mengapa Keputusan Ini Belum Akhiri Masa Jabatannya?
Gempa M7,7 Guncang Flores, Hotel Jayakarta Rusak dan Warga Labuan Bajo Diminta Waspada Ancaman Tsunami
BRI Salurkan Bantuan Kebutuhan Dasar untuk Warga Terdampak Gempa Flores NTT, Relawan Turun Langsung Membantu Korban