INFO EKSPRES:
- Presiden Prabowo memaparkan 121 kebijakan transformatif sekaligus agenda pembangunan pemerintah dalam dua pidato pada 14 Agustus 2026.
- Pemerintah menargetkan renovasi 10.000 Puskesmas, perbaikan 514 Labkesmas, serta pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD.
- Layanan kanker, jantung, stroke, ginjal, kesehatan ibu, dan anak ditargetkan tersedia di setiap kabupaten dan kota.
SULBAREKSPRES.COM - Apakah ukuran keberanian seorang presiden cukup dilihat dari ketegasan mengambil keputusan, atau harus dibuktikan melalui perubahan yang dirasakan masyarakat?
Dan ketika politik membuat keberhasilan pemerintah sulit diakui, bagaimana publik dapat menilai 121 kebijakan transformatif Presiden Prabowo secara objektif?
Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif Dalam 663 Hari Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto melaporkan telah mengambil 121 kebijakan transformatif selama 663 hari pemerintahan, atau rata-rata satu keputusan besar setiap lima hari.
Laporan itu disampaikan dalam pidato pada Jumat, (14/08/2026), dengan berbagai capaian pemerintah di sektor pangan, energi, korporasi negara, pendidikan, dan kesehatan.
Dalam konteks energi, implementasi B50 sejak Rabu, (01/07/2026), menjadi salah satu kebijakan strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
Presiden Prabowo sebelumnya mengatakan, “Dengan demikian kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri, saudara-saudara sekalian,” saat menyampaikan program B50 di Gorontalo.
Pemerintah kemudian menyebut B50 berpotensi menghemat devisa sekitar Rp170 triliun per tahun, sekaligus memperkuat pemanfaatan sawit domestik.
Reformasi Pangan dan BUMN Menjadi Sorotan Utama Pemerintah
Di sektor pangan, pemerintah mengklaim Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas setelah 145 aturan penyaluran pupuk dipangkas.
Penyederhanaan aturan tersebut disebut berdampak pada penurunan harga pupuk sekitar 20 persen, sehingga diharapkan memperkuat produksi dan daya beli petani.
Di sektor korporasi negara, sebanyak 290 BUMN yang dinilai tidak produktif disebut telah ditutup sebagai bagian dari restrukturisasi.
Artikel Terkait
BRI dan Danantara Dorong UMKM Naik Kelas melalui Pembiayaan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan di Seluruh Indonesia
Mengapa Indonesia Disebut Negara Konoha? Ini Asal Usul Istilah dari Naruto dan Perkembangannya di Media Sosial
Warisan Michael Bambang Hartono Capai Dolar AS11,72 Miliar, Empat Anak Masuk Babak Baru Keluarga Hartono
Denny Sumargo atau Densu Terseret Sidang Richard Lee Vs Doktif, Ini Penjelasan Soal Produk White Tomato
DSI Kelola Devisa 14 Miliar Dolar AS dan Pantau Ribuan Transaksi Ekspor Indonesia Sejak Beroperasi Juni 2026
Dana Nonbujeter Bank BJB Serdang Didalami KPK, Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Bisa Dipanggil Lagi
DPRD Gowa Setujui Usulan Pemberhentian Bupati Husniah, Mengapa Keputusan Ini Belum Akhiri Masa Jabatannya?
Gempa M7,7 Guncang Flores, Hotel Jayakarta Rusak dan Warga Labuan Bajo Diminta Waspada Ancaman Tsunami
BRI Salurkan Bantuan Kebutuhan Dasar untuk Warga Terdampak Gempa Flores NTT, Relawan Turun Langsung Membantu Korban
Persoalan KCBN Muaro Jambi Masuk Perhatian UNESCO Setelah LPKNI Laporkan Aktivitas Stockpile Batu Bara