INFO EKSPRES:
- Bakom RI menyatakan polemik posisi duduk Wapres Gibran tidak memiliki implikasi terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia.
- Presiden Prabowo ditempatkan sebagai pusat perhatian agar arahan kepada peserta sidang tersampaikan secara optimal.
- Pengaturan tempat duduk disebut lazim berubah mengikuti kebutuhan dan format setiap agenda resmi pemerintahan.
SULBAREKSPRES.COM - Mengapa Wakil Presiden tidak duduk berdampingan dengan Presiden saat Sidang Kabinet Paripurna?
Apakah tata letak ruangan menandakan perubahan hubungan kerja Presiden dan Wakil Presiden?
Pemerintah Akhirnya Memberikan Penjelasan Resmi untuk Menjawab Spekulasi yang Ramai di Ruang Publik.
Ramainya perbincangan mengenai posisi duduk Wakil Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna mendapat respons resmi dari pemerintah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, menegaskan pengaturan tempat duduk tidak berkaitan dengan kedudukan konstitusional Wakil Presiden.
Ia menyebut tata letak ruangan murni disusun berdasarkan kebutuhan teknis penyelenggaraan acara.
"Posisi duduk pada acara Sidang Kabinet Paripurna kemarin mengikuti format taklimat Presiden kepada seluruh anggota Sidang Kabinet Paripurna."
"Bukan format rapat yang menempatkan Presiden dan Wakil Presiden berdampingan," kata Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Selasa, (21/Juli/2026).
Format Taklimat Presiden Dinilai Lebih Efektif untuk Seluruh Peserta Sidang
Qodari menjelaskan sidang kali ini menggunakan format taklimat Presiden kepada seluruh anggota kabinet.
Konsep tersebut membuat seluruh peserta dapat melihat Presiden Prabowo Subianto secara langsung selama memberikan arahan.
Artikel Terkait
SE-9/PJ/2026 Terbit, DJP Perketat Permintaan Informasi Lembaga Keuangan dan Pelapor Aset Kripto Demi Kepatuhan
DSI Kelola Devisa 10,5 Miliar Dolar AS, Pemerintah Optimistis Tata Kelola Ekspor Semakin Transparan dan. Terintegrasi
Posisi Duduk Prabowo dan Gibran Jadi Sorotan, Mensesneg Beber Alasan Teknis dalam Sidang Kabinet
Nanik S. Deyang Pamit dari BGN untuk Berobat, Apa Saja Perubahan Besar Program MBG yang Ditinggalkan Hari Ini
Danantara Siap Kelola Ekspor Sumber Daya Alam, Prabowo Targetkan Implementasi Penuh Mulai September 2026
Nanik Deyang Paparkan Alasan Mundur dari BGN Sekaligus Ungkap Reformasi Besar Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional Setelah Nanik S Deyang Mundur Karena Alasan Kesehatan
Gerindra Bantah Spekulasi Hubungan Prabowo dan Gibran, Istana Sebut Tata Letak Sidang Hanya Teknis
Sudaryono Bantah Miliki Dapur MBG, Kepala BGN Ingatkan Publik Waspadai Pencatutan Nama untuk Proyek Resmi
Penjualan Solar Subsidi ke Sektor Pertambangan Jadi Sorotan, DPR Dorong Langkah Cepat BPH Migas dan Pertamina