INFO EKSPRES:
- Bank Indonesia memastikan pasar tetap mendapat kepastian kebijakan meski terjadi pergantian pimpinan bank sentral.
- Intervensi rupiah dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung kepercayaan investor.
- BI melanjutkan kebijakan makroprudensial sebagai penopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
BISNISNEWS.COM - Apakah pasar keuangan perlu khawatir setelah Gubernur Bank Indonesia mengundurkan diri?
Mampukah Bank Indonesia menjaga kepercayaan investor sekaligus mempertahankan stabilitas rupiah dan inflasi di tengah masa transisi?
Bank Indonesia memastikan pergantian kepemimpinan tidak akan mengubah arah kebijakan moneter maupun stabilitas sistem keuangan nasional.
Kepastian tersebut disampaikan Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dalam Editor Briefing di Parapat, Jumat, (31/Juli/2026).
Kepastian Kebijakan Bank Indonesia Disampaikan untuk Menenangkan Pelaku Pasar Nasional
Destry mengatakan kebijakan Bank Indonesia tetap berada pada jalur yang sama.
Seluruh instrumen moneter tetap digunakan menjaga stabilitas ekonomi.
"Teman-teman tolong, saya ingin menekankan bahwa dengan formasi kami sekarang, saat ini di Bank Indonesia, stance kita tetap sama, tidak berubah," tegas Destry Damayanti.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa masa transisi tidak mengganggu arah kebijakan bank sentral.
Stabilitas Rupiah dan Inflasi Tetap Menjadi Prioritas Utama Bank Indonesia
Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, intervensi dilakukan melalui pasar spot, NDF, dan DNDF sesuai kebutuhan pasar.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Melambat? Pemerintah Sebut Faktor Musiman Menjadi Penyebab Utama
"Untuk rupiah, kita akan tetap konsisten, kita akan berada di pasar untuk intervensi," ujar Destry Damayanti.