INFO EKSPRES:
- BMKG meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau lebih panjang akibat El Nino.
- Pengisian waduk dan pembasahan gambut menjadi fokus utama pemerintah dalam mengurangi dampak kemarau ekstrem.
- Sektor pangan, energi, kesehatan, dan ekonomi disiapkan menghadapi dampak El Nino 2026 secara terpadu.
SULBAREKSPRES.COM - Apakah Indonesia siap menghadapi ancaman El Nino 2026 yang diprediksi semakin kuat?
Mampukah langkah mitigasi pemerintah menekan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan terhadap pangan, energi, dan kesehatan masyarakat ketika musim kemarau mencapai puncaknya?
BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Sangat Kuat, Pemerintah Percepat Mitigasi Kemarau dan Karhutla
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan fenomena El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi berkembang menjadi sangat kuat.
Kondisi tersebut diperkirakan memicu musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering di sebagian besar wilayah Indonesia.
Risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gangguan terhadap sektor pangan, energi, kesehatan, dan ekonomi menjadi perhatian pemerintah.
Peringatan itu disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat terbatas mengenai Penanganan Cuaca Ekstrem dan Penanganan Bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (28/Juli/2026).
BMKG Prediksi El Nino Memicu Kemarau Lebih Panjang dan Kering Nasional
BMKG menjelaskan El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah meningkat lebih dari 0,5 derajat Celsius.
Menurut hasil pemantauan, kondisi tersebut kini telah berada pada kategori El Nino kuat.
"El Nino itu terjadi ketika suhu di permukaan laut, tepatnya di tengah Samudra Pasifik, naik lebih tinggi dari 0,5 derajat Celsius."
"Jika sudah melewati batas itu, kita mengatakan sudah masuk dalam kondisi El Nino aktif."
Artikel Terkait
Ancaman PHK Meningkat, Yassierli Pastikan Mediasi Jadi Prioritas Sebelum Korporasi Mengambil Keputusan
Pemerintah Apresiasi Korporasi BRI Setelah KUR Perumahan Tembus 77.592 Unit pada Program 3 Juta Rumah
Mengapa Bank Dunia Mendorong Penurunan Ambang PKP Menjadi Rp500 Juta untuk Reformasi Pajak Indonesia
Aturan Baru PPh Marketplace Mulai Berlaku, Penjual Online Beromzet di Atas Rp500 Juta Mulai Dipungut Pajak Final
Polemik Kipas Angin Kopdes Merah Putih Dijawab Zulkifli Hasan dengan Rincian Anggaran yang Lebih Terbuka
Jokowi, SBY dan Megawati Dinilai Masih Berpengaruh, Politik 2029 Diprediksi Semakin Dinamis Menjelang Pilpres
Bursa Calon Gubernur BI Menghangat, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Menunggu Keputusan Resmi Presiden
Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Kinerja Keuangan BRI Semakin Solid dan Perkuat Pembiayaan UMKM
Kasus Suhardiman Amby Berlanjut, KPK Pastikan Pengembalian Uang Raja Juli Antoni Sudah Lengkap Semua atau Belum
Lebih dari 2 Juta Penumpang Padati Stasiun Semarang Tawang, Tepat Waktu Terjaga Sepanjang Semester Pertama 2026