INFO EKSPRES:
- Bahlil memastikan kebijakan pemerintah bukan penghentian ekspor batu bara.
- Penundaan sementara hanya diterapkan pada sebagian kapal tujuan ekspor.
- Pengelolaan batu bara diarahkan untuk menjaga pasokan nasional dan nilai ekonomi.
SULBAREKSPRES.COM - Apakah penundaan ekspor batu bara berarti pemerintah mengubah kebijakan perdagangan komoditas nasional?
Mengapa Menteri ESDM memastikan langkah tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mengganggu komitmen ekspor Indonesia?
Bahlil Luruskan Isu Larangan Ekspor Batu Bara, Penundaan Hanya Dua Hari Demi Pasokan Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah anggapan pemerintah melarang ekspor batu bara.
Ia menegaskan yang dilakukan hanyalah penundaan sementara terhadap sebagian pengiriman untuk memenuhi kebutuhan batu bara domestik.
Pemerintah Pastikan Pasokan PLN Tetap Aman Sebelum Ekspor Dilanjutkan
Bahlil mengatakan sebagian kapal ekspor sementara dialihkan untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik nasional.
Setelah kebutuhan dalam negeri tercukupi, pengiriman ekspor kembali berjalan normal.
"Saya tidak bermaksud untuk melarang ekspor ya. Enggak ada itu melarang ekspor," kata Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin, (03/Agustus/2026).
Ia menilai informasi mengenai larangan ekspor tidak sesuai dengan fakta kebijakan pemerintah.
Penundaan Bersifat Sementara dan Tidak Mengubah Kebijakan Ekspor Nasional
Menurut Bahlil, penyesuaian hanya berlangsung sekitar dua hari, langkah tersebut dilakukan karena pemerintah harus mengutamakan kebutuhan energi nasional.
"Ada sebagian kapal yang harusnya kita peruntukkan kepada satu negara, tapi karena kita butuh dulu jadi kita tunda kebutuhan dalam negeri kita dulu."
Artikel Terkait
Putusan MK Tentang Anggaran Pendidikan Berlaku, Pemerintah Siapkan Skema Baru Pendanaan Program Makan Bergizi Gratis Nasional
Pembiayaan Perumahan BRI Menguat Seiring Akad Massal KPR FLPP Dipimpin Prabowo Bersama Ribuan Debitur
Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan, DJP Tegaskan APBN dan Pajak Didukung Fundamental Ekonomi Domestik
Survei LKPI Sebut Kepuasan Masyarakat terhadap Prabowo Tetap Tinggi, Apa Faktor Utama Penentunya
Menkeu Purbaya Respons Bursa Calon Gubernur BI, Pemerintah Belum Sampaikan Nama Resmi ke DPR
Data 8.000 WNI Lepas Kewarganegaraan Picu Perdebatan? Ini Fakta Statistik dan Konteks yang Lebih Lengkap
Lahyanto Nadie Bawa Pengalaman 4 Dekade Memimpin Bisnisnews.com Hadapi Tantangan Transformasi Media Digital
Kepala BGN Sudaryono Terapkan Zero Tolerance dengan Copot 137 Kepala SPPG dalam Evaluasi Program MBG
Kebijakan Baru Kendaraan Listrik Dibahas, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Fokus Tekan Impor BBM Indonesia
Reformasi Pajak Indonesia Jadi Fokus Bank Dunia Melalui Penghapusan Tax Holiday dan Evaluasi Insentif Fiskal