Juda Agung Soroti Kebutuhan Investasi 2027, Swasta Diproyeksikan Topang Rp7.973 Triliun Pembiayaan

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Senin, 10 Agustus 2026 | 15:44 WIB
Wamenkeu Juda Agung menyebut fiskal Indonesia tetap on track dengan penerimaan negara tumbuh sekitar 24 persen di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Dok. kemenkeu.go.id)
Wamenkeu Juda Agung menyebut fiskal Indonesia tetap on track dengan penerimaan negara tumbuh sekitar 24 persen di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Dok. kemenkeu.go.id)

INFO EKSPRES:

  • Kebutuhan investasi Indonesia pada 2027 diperkirakan mencapai Rp8.705 triliun menurut Wamenkeu Juda Agung.
  • Dari total tersebut, sektor swasta diproyeksikan menyumbang Rp7.973 triliun atau sekitar 91 persen.
  • Pemerintah mendorong pasar modal menyediakan pembiayaan yang lebih dalam, likuid, transparan, dan kredibel.

SULBAREKSPRES.COM - Siapa yang akan membiayai kebutuhan investasi Indonesia sebesar Rp8.705 triliun ketika kapasitas APBN hanya diproyeksikan menjangkau Rp459 triliun?

Apakah pasar modal mampu menjadi penghubung utama dana masyarakat dengan kebutuhan korporasi saat pemerintah menghadapi ketidakpastian ekonomi global?

Kebutuhan Investasi Nasional 2027 Menuntut Sumber Pembiayaan Lebih Besar

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan kebutuhan investasi Indonesia pada 2027 diperkirakan mencapai Rp8.705 triliun.

Baca Juga: Didik Rachbini Ungkap Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Pentingnya Ekspor Berorientasi Global

Besarnya kebutuhan tersebut membuat pemerintah harus memperluas sumber pembiayaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

APBN diproyeksikan hanya mampu menjangkau sekitar Rp459 triliun, sedangkan BUMN termasuk Danantara diperkirakan berkontribusi sekitar Rp330 triliun.

Artinya, pembiayaan swasta menjadi sumber terbesar dengan kebutuhan sekitar Rp7.973 triliun atau 91 persen dari total investasi.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Diberhentikan Sementara Sebagai Jaksa, Kejagung Jelaskan Alasan dan Mekanisme Sesuai Ketentuan

Pembiayaan Swasta Menjadi Penentu Utama Percepatan Investasi Nasional Mendatang

Juda menilai struktur pembiayaan tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Kebutuhan pembiayaan mencakup pembangunan infrastruktur, energi, pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga hilirisasi.

“APBN saja itu tidak pernah cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan kita,” kata Juda Agung, Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Baca Juga: Isu Defisit APBN Diatas 3 Persen Dibantah, Pemerintah Tegaskan RAPBN 2027 Tetap Mengacu Aturan Fiskal yang Berlaku

Karena itu, pemerintah mendorong sumber pembiayaan alternatif agar kebutuhan investasi tidak seluruhnya bertumpu pada kapasitas fiskal negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X