Menurut Prabowo, praktik tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan mengurangi penerimaan devisa negara.
Presiden Prabowo Soroti Dugaan Selisih Harga Ekspor Kelapa Sawit Indonesia
Presiden mencontohkan dugaan praktik yang terjadi pada ekspor kelapa sawit Indonesia.
Ia menyebut harga kontrak ekspor tercatat sekitar Rp15.000 per kilogram.
Namun, menurut Prabowo, harga di pasar internasional Rotterdam mencapai sekitar Rp27.000 per kilogram.
"Sebagai contoh kelapa sawit banyak dijual di Indonesia resmi kontrak harganya Rp15.000 per kilo, padahal harga di internasional di Eropa Rotterdam itu Rp27.000, harga sebenarnya Rp27.000," ujar Prabowo.
Pemerintah Ingin Menutup Celah Manipulasi Nilai Ekspor Komoditas Nasional Indonesia
Prabowo menilai selisih harga tersebut menunjukkan adanya nilai ekonomi yang tidak kembali ke Indonesia.
Pemerintah karena itu ingin seluruh proses ekspor berjalan melalui mekanisme yang lebih transparan dan terkendali.
"Jadi perusahaan dari Indonesia dia ekspor, begitu di sini dia jual Rp14.000, dalam perjalanan ke Eropa, konon kabarnya berubah-ubah lagi dealnya, sehingga di sana Rp27.000... jadi kita tegakkan," tegas Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia diharapkan menjadi instrumen pemerintah memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menjaga penerimaan devisa dari komoditas sumber daya alam.****