Namun secara triwulanan, ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi 0,77 persen dibandingkan kuartal IV-2025.
Kondisi tersebut menunjukkan pola musiman masih memengaruhi pergerakan ekonomi nasional dari satu kuartal ke kuartal berikutnya.
Likuiditas dan Konsumsi Menjadi Penentu Arah Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berikutnya
Pelaku pasar kini menantikan pengumuman resmi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang akan menjadi indikator penting kondisi ekonomi nasional.
Data tersebut juga akan menjadi dasar evaluasi efektivitas kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga momentum pertumbuhan.
Pemerintah optimistis kombinasi penguatan likuiditas, investasi, konsumsi rumah tangga, dan aktivitas korporasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik pada semester kedua 2026.
Dengan tetap mengedepankan pendekatan realistis, pemerintah berharap perlambatan sementara pada kuartal II tidak mengubah prospek positif perekonomian Indonesia sepanjang 2026.****
Artikel Terkait
Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Kinerja Keuangan BRI Semakin Solid dan Perkuat Pembiayaan UMKM
Kasus Suhardiman Amby Berlanjut, KPK Pastikan Pengembalian Uang Raja Juli Antoni Sudah Lengkap Semua atau Belum
Lebih dari 2 Juta Penumpang Padati Stasiun Semarang Tawang, Tepat Waktu Terjaga Sepanjang Semester Pertama 2026
BMKG Peringatkan El Nino 2026 Berpotensi Sangat Kuat, Simak Dampaknya Terhadap Pangan, Air dan Energi
Sufmi Dasco Ahmad Ungkap Alasan DPR Membandingkan Hasil Survei Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah
Viral Risya Natakusumah, Mengapa Aktivitas K-Pop Putri Wakil Gubernur Banten Menjadi Sorotan Publik Nasional
Putusan MK Ubah Skema Anggaran Makan Bergizi Gratis, Pemerintah dan DPR Wajib Menyesuaikan APBN Tahun 2028
Tan Kian Kembali Diperiksa Kejagung, Penyidikan Dugaan TPPU Febrie Adriansyah Kini Menyasar Saksi dan Korporasi
Dugaan Korupsi Tata Kelola Program MBG Jadi Sorotan, Kepala BGN Nyatakan Siap Dukung Penyidikan Kejagung
Fakta Penetapan Nurman Herin Sebagai Tersangka TPPU dan Dampaknya pada Penyidikan Febrie Adriansyah