Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Melambat? Pemerintah Sebut Faktor Musiman Menjadi Penyebab Utama

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Sabtu, 1 Agustus 2026 | 06:21 WIB
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan berbagai indikator ekonomi tetap dipantau untuk memastikan pertumbuhan nasional tetap terjaga hingga akhir 2026. (Dok. Ekon.go.id/ Kreasi Dola Ai)
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan berbagai indikator ekonomi tetap dipantau untuk memastikan pertumbuhan nasional tetap terjaga hingga akhir 2026. (Dok. Ekon.go.id/ Kreasi Dola Ai)

Pemerintah Menjaga Optimisme Menghadapi Paruh Kedua Tahun Yang Lebih Baik

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II berada di kisaran 5,4 persen.

Proyeksi tersebut memang lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal I sebesar 5,61 persen, namun masih menunjukkan pertumbuhan yang relatif kuat.

Baca Juga: Putusan MK Ubah Skema Anggaran Makan Bergizi Gratis, Pemerintah dan DPR Wajib Menyesuaikan APBN Tahun 2028

"Kemarin (kuartal I-2026) 5,6 persen, mungkin kuartal II sekitar 5,4 persen hingga 5 persen sekian," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya meyakini kinerja ekonomi akan membaik memasuki kuartal III dan kuartal IV seiring berbagai kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak.

Ia menilai ketersediaan likuiditas menjadi faktor penting untuk menjaga aktivitas ekonomi nasional.

Baca Juga: Viral Risya Natakusumah, Mengapa Aktivitas K-Pop Putri Wakil Gubernur Banten Menjadi Sorotan Publik Nasional

"Karena kita memastikan cukup uang di sistem perekonomian untuk mendorong ekonomi," ujarnya.

Strategi tersebut diharapkan mampu menopang investasi, memperkuat konsumsi rumah tangga, serta menjaga aktivitas korporasi tetap tumbuh.

Data Bps Menunjukkan Fondasi Ekonomi Nasional Masih Tetap Solid Tahun

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I-2026.

Baca Juga: Sufmi Dasco Ahmad Ungkap Alasan DPR Membandingkan Hasil Survei Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah

Pertumbuhan tersebut ditopang Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun.

Sementara itu, Produk Domestik Bruto atas dasar harga konstan tercatat mencapai Rp3.447 triliun.

Secara tahunan, capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 yang sebesar 4,87 persen.

Baca Juga: BMKG Peringatkan El Nino 2026 Berpotensi Sangat Kuat, Simak Dampaknya Terhadap Pangan, Air dan Energi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X