• Selasa, 18 Agustus 2026

Mengapa Indonesia Disebut Negara Konoha? Ini Asal Usul Istilah dari Naruto dan Perkembangannya di Media Sosial

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:06 WIB
Anies Baswedan pernah menyebut istilah Konoha dan Wakanda saat membahas fenomena kritik masyarakat di media sosial dalam Kuliah Kebangsaan FISIP UI. (Facebook.com @Anies Baswedan)
Anies Baswedan pernah menyebut istilah Konoha dan Wakanda saat membahas fenomena kritik masyarakat di media sosial dalam Kuliah Kebangsaan FISIP UI. (Facebook.com @Anies Baswedan)

Sejumlah tulisan mengaitkan popularitasnya dengan kebiasaan warganet menggunakan nama fiksi sebagai pengganti Indonesia ketika membahas isu sensitif.

Media Indonesia juga mencatat Konoha digunakan untuk merujuk Indonesia maupun mengomentari berbagai perilaku atau peristiwa yang dianggap janggal.

Baca Juga: Calon Gubernur BI Destry Damayanti Resmi Diajukan Prabowo, DPR Segera Mengumumkan dan Proses Pencalonannya

Dengan demikian, sejarah istilah Konoha lebih tepat dipahami sebagai proses evolusi bahasa internet daripada sebuah penamaan resmi.

Perkembangannya berlangsung melalui meme, komentar, percakapan media sosial, serta penggunaan berulang yang kemudian membentuk pemahaman bersama.

Kritik Terselubung Membuat Konoha Populer Saat Membahas Berbagai Persoalan Indonesia

Makna Konoha semakin kuat ketika istilah tersebut digunakan untuk menyampaikan kritik secara tidak langsung terhadap kondisi Indonesia.

Baca Juga: Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian MBR dan Non-MBR, BRI Perkuat Pilihan Pembiayaan KPR Masyarakat Indonesia

Dalam praktiknya, warganet dapat menggunakan “Konoha” ketika membahas kebijakan, kontroversi politik, fenomena sosial, atau kejadian yang dianggap absurd.

Penggunaan istilah fiksi memberikan jarak simbolis sehingga kritik dapat disampaikan dengan gaya humor, satire, atau sindiran.

Fenomena itu kemudian memasuki ruang politik nasional ketika istilah Konoha disebut secara terbuka oleh tokoh politik.

Baca Juga: Juda Agung Soroti Kebutuhan Investasi 2027, Swasta Diproyeksikan Topang Rp7.973 Triliun Pembiayaan

Penggunaan istilah tersebut menunjukkan bahwa bahasa media sosial tidak selalu berhenti sebagai candaan, tetapi dapat masuk ke diskursus publik.

Di titik inilah “Negara Konoha” berubah dari referensi budaya pop menjadi simbol komunikasi politik masyarakat digital.

Anies Menyebut Konoha dan Wakanda dalam Perbincangan Kebebasan Kritik Publik

Pada 29 Agustus 2023, Anies Baswedan membicarakan penggunaan istilah Konoha dan Wakanda dalam Kuliah Kebangsaan FISIP Universitas Indonesia.

Baca Juga: Didik Rachbini Ungkap Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Pentingnya Ekspor Berorientasi Global

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X