"Mas Gibran berkeliling ke daerah-daerah untuk mengecek program pemerintah telah berjalan sesuai atau masih perlu perbaikan dan menyerap aspirasi masyarakat, mewakili Presiden," ujarnya.
Aktivitas Gibran Di Daerah Dinilai Mencerminkan Pembagian Tugas Pemerintahan Efektif
Menurut Bambang, kunjungan Gibran ke berbagai daerah merupakan bagian dari pelaksanaan tugas mewakili Presiden.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai rencana sekaligus menampung aspirasi masyarakat.
Gerindra menilai pola kerja seperti itu menunjukkan koordinasi yang tetap berjalan antara Presiden dan Wakil Presiden.
Bambang juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi yang mengaitkan posisi duduk dengan kondisi hubungan politik.
"Jadi jangan didramatisir. Presiden dan wakil presiden bekerja saling melengkapi. Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan menframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," tegasnya.
Istana Jelaskan Perubahan Tata Letak Karena Penggunaan Teleprompter Presiden
Penjelasan serupa disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengenai alasan perubahan tata letak dalam sidang kabinet.
Menurut Prasetyo, Presiden memerlukan teleprompter untuk menyampaikan evaluasi serta penjelasan banyak program kepada seluruh anggota kabinet.
"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin beliau menggunakan alat bantu namanya teleprompter," kata Prasetyo Hadi.
Ia menjelaskan penggunaan perangkat tersebut membuat penempatan meja Presiden harus disesuaikan selama sidang berlangsung.
"Kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo.
Pemerintah Minta Publik Fokus Pada Substansi Kerja Kabinet Nasional
Gerindra dan Kementerian Sekretariat Negara sama-sama menegaskan tidak ada persoalan dalam hubungan Presiden dan Wakil Presiden.
Baca Juga: DJBC Evaluasi Sistem Pengawasan Setelah BPK Temukan Piutang Negara Belum Tertagih Optimal
Artikel Terkait
PFII Segera Disahkan, Simak Aturan Baru yang Disiapkan Pemerintah untuk Menarik Investasi Internasional
DJBC Evaluasi Sistem Pengawasan Setelah BPK Temukan Piutang Negara Belum Tertagih Optimal
Istana Bantah Pemeriksaan Febrie Adriansyah Harus Seizin Presiden, Prasetyo Hadi Minta Hormati Mekanisme Hukum
SE-9/PJ/2026 Terbit, DJP Perketat Permintaan Informasi Lembaga Keuangan dan Pelapor Aset Kripto Demi Kepatuhan
DSI Kelola Devisa 10,5 Miliar Dolar AS, Pemerintah Optimistis Tata Kelola Ekspor Semakin Transparan dan. Terintegrasi
Posisi Duduk Prabowo dan Gibran Jadi Sorotan, Mensesneg Beber Alasan Teknis dalam Sidang Kabinet
Nanik S. Deyang Pamit dari BGN untuk Berobat, Apa Saja Perubahan Besar Program MBG yang Ditinggalkan Hari Ini
Danantara Siap Kelola Ekspor Sumber Daya Alam, Prabowo Targetkan Implementasi Penuh Mulai September 2026
Nanik Deyang Paparkan Alasan Mundur dari BGN Sekaligus Ungkap Reformasi Besar Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional Setelah Nanik S Deyang Mundur Karena Alasan Kesehatan