Paparan tersebut dilengkapi berbagai data sehingga Presiden menggunakan teleprompter untuk membantu penyampaian materi secara sistematis.
"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau menggunakan alat bantu namanya teleprompter," ujar Prasetyo Hadi.
Baca Juga: DJBC Evaluasi Sistem Pengawasan Setelah BPK Temukan Piutang Negara Belum Tertagih Optimal
Menurutnya, kebutuhan penggunaan teleprompter memengaruhi posisi Presiden sehingga berada di bagian tengah ruang sidang.
Prasetyo Bantah Spekulasi Mengenai Hubungan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia
Prasetyo menegaskan posisi Wakil Presiden yang tidak berdampingan dengan Presiden tidak memiliki makna di luar kebutuhan teknis.
Ia mengatakan perubahan tata letak sama sekali tidak berkaitan dengan isu hubungan kerja maupun kesetaraan antara Presiden dan Wakil Presiden.
"Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah."
Baca Juga: DJBC Evaluasi Sistem Pengawasan Setelah BPK Temukan Piutang Negara Belum Tertagih Optimal
"Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," tegas Prasetyo Hadi.
Prasetyo mengajak publik lebih memperhatikan isi sidang dibanding mempersoalkan posisi tempat duduk para peserta.
Pemerintah Tekankan Kekompakan Kabinet dan Percepatan Program Prioritas Nasional Tahun Ini
Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo juga mengevaluasi berbagai program prioritas yang telah berjalan selama pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Presiden kemudian menginstruksikan seluruh jajaran kabinet mempercepat pelaksanaan program yang masih memerlukan penyelesaian pada semester kedua.
"Sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai, dan tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki untuk kita di sisa semester yang kedua ini melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya," jelas Prasetyo Hadi.
Menutup penjelasannya, Prasetyo membantah anggapan bahwa hubungan Presiden dan Wakil Presiden sedang bermasalah.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tidak Pernah Campuri Penegakan Hukum, Gerindra Respons Resmi Klaim Hotman Paris
Prabowo Apresiasi Petani Indonesia, Soroti Pentingnya Penghasilan Layak Demi Ketahanan Pangan Nasional
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris Kepada Wartawan, Tegaskan Kerja Jurnalistik Dilindungi UU Pes
Portal Perlinsos Ungkap Cara Sistem Digital Tentukan Penerima Bansos Secara Cepat, Transparan, dan Tepat Sasaran
Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Kritik Frank Alexander Memicu Sorotan Publik di Media Sosial
PFII Segera Disahkan, Simak Aturan Baru yang Disiapkan Pemerintah untuk Menarik Investasi Internasional
DJBC Evaluasi Sistem Pengawasan Setelah BPK Temukan Piutang Negara Belum Tertagih Optimal
Istana Bantah Pemeriksaan Febrie Adriansyah Harus Seizin Presiden, Prasetyo Hadi Minta Hormati Mekanisme Hukum
SE-9/PJ/2026 Terbit, DJP Perketat Permintaan Informasi Lembaga Keuangan dan Pelapor Aset Kripto Demi Kepatuhan
DSI Kelola Devisa 10,5 Miliar Dolar AS, Pemerintah Optimistis Tata Kelola Ekspor Semakin Transparan dan. Terintegrasi