Posisi Duduk Prabowo dan Gibran Jadi Sorotan, Mensesneg Beber Alasan Teknis dalam Sidang Kabinet

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Rabu, 22 Juli 2026 | 07:28 WIB
Presiden Prabowo Subianto memastikan kebijakan ekspor satu pintu mulai diterapkan penuh pada 1 September 2026 guna memperkuat tata kelola ekspor nasional. (Facebook.com @Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto memastikan kebijakan ekspor satu pintu mulai diterapkan penuh pada 1 September 2026 guna memperkuat tata kelola ekspor nasional. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

Paparan tersebut dilengkapi berbagai data sehingga Presiden menggunakan teleprompter untuk membantu penyampaian materi secara sistematis.

"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau menggunakan alat bantu namanya teleprompter," ujar Prasetyo Hadi.

Baca Juga: DJBC Evaluasi Sistem Pengawasan Setelah BPK Temukan Piutang Negara Belum Tertagih Optimal

Menurutnya, kebutuhan penggunaan teleprompter memengaruhi posisi Presiden sehingga berada di bagian tengah ruang sidang.

Prasetyo Bantah Spekulasi Mengenai Hubungan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia

Prasetyo menegaskan posisi Wakil Presiden yang tidak berdampingan dengan Presiden tidak memiliki makna di luar kebutuhan teknis.

Ia mengatakan perubahan tata letak sama sekali tidak berkaitan dengan isu hubungan kerja maupun kesetaraan antara Presiden dan Wakil Presiden.

"Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah."

Baca Juga: DJBC Evaluasi Sistem Pengawasan Setelah BPK Temukan Piutang Negara Belum Tertagih Optimal

"Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," tegas Prasetyo Hadi.

Prasetyo mengajak publik lebih memperhatikan isi sidang dibanding mempersoalkan posisi tempat duduk para peserta.

Pemerintah Tekankan Kekompakan Kabinet dan Percepatan Program Prioritas Nasional Tahun Ini

Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo juga mengevaluasi berbagai program prioritas yang telah berjalan selama pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Baca Juga: PFII Segera Disahkan, Simak Aturan Baru yang Disiapkan Pemerintah untuk Menarik Investasi Internasional

Presiden kemudian menginstruksikan seluruh jajaran kabinet mempercepat pelaksanaan program yang masih memerlukan penyelesaian pada semester kedua.

"Sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai, dan tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki untuk kita di sisa semester yang kedua ini melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya," jelas Prasetyo Hadi.

Menutup penjelasannya, Prasetyo membantah anggapan bahwa hubungan Presiden dan Wakil Presiden sedang bermasalah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X