Istana Pastikan Belum Ada Nama Resmi Gubernur BI, Bursa Kandidat Destry, Muliaman dan Aida Terus Menguat

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Senin, 3 Agustus 2026 | 06:50 WIB
Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti termasuk figur berpengalaman yang memiliki karier panjang di sektor moneter Indonesia. (Dok. Kreasi Dola AI)
Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti termasuk figur berpengalaman yang memiliki karier panjang di sektor moneter Indonesia. (Dok. Kreasi Dola AI)

Muliaman dikenal sebagai mantan Ketua Dewan Komisioner OJK pertama periode 2012–2017 dan pernah menjabat Deputi Gubernur BI.

Ia juga pernah menjadi Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein serta kini menjabat Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Melambat? Pemerintah Sebut Faktor Musiman Menjadi Penyebab Utama

Destry memiliki pengalaman panjang sebagai ekonom, mantan Anggota Dewan Komisioner LPS, serta Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.

Sementara Aida S. Budiman merupakan Deputi Gubernur BI periode 2022–2027 yang berpengalaman menangani kebijakan moneter, ekonomi internasional, dan isu reformasi struktural.

Ekonom Senior Soroti Sinkronisasi Fiskal Dan Kebijakan Moneter Nasional

Di tengah pembahasan calon Gubernur BI, muncul pula perdebatan mengenai hubungan pemerintah dengan bank sentral.

Baca Juga: Fakta Penetapan Nurman Herin Sebagai Tersangka TPPU dan Dampaknya pada Penyidikan Febrie Adriansyah

Ekonom senior dan mantan Dirut Bursa Efek Jakarta (BEJ), Hasan Zein Mahmud menilai independensi BI bukan persoalan utama selama kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras.

Ia mencontohkan Bank Sentral Tiongkok yang berada di bawah pemerintah namun tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Jadikan satu kewenangan, biar lebih kelihatan mana sebenarnya yang berbulu hitam," ujar Hasan Zein Mahmud, Sabtu, (1/Agustus/2026).

Baca Juga: Dugaan Korupsi Tata Kelola Program MBG Jadi Sorotan, Kepala BGN Nyatakan Siap Dukung Penyidikan Kejagung

Hasan juga mengingatkan bahwa suku bunga rendah bukan satu-satunya faktor pendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, kebijakan fiskal yang kurang efektif justru dapat melemahkan rupiah, meningkatkan inflasi, dan memicu arus modal keluar.

Proses Penunjukan Akan Menentukan Arah Kebijakan Bank Indonesia

Penunjukan Gubernur BI menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan dengan arah kebijakan moneter nasional.

Baca Juga: Viral Risya Natakusumah, Mengapa Aktivitas K-Pop Putri Wakil Gubernur Banten Menjadi Sorotan Publik Nasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X