INFO EKSPRES:
- Presiden Prabowo dan Wapres Gibran disebut tetap bekerja kompak sesuai pembagian tugas pemerintahan.
- Gerindra menegaskan kunjungan Gibran ke daerah menjadi bukti koordinasi dan sinergi dengan Presiden.
- Istana memastikan perubahan posisi duduk dilakukan demi kelancaran penyampaian materi sidang kabinet.
SULBAREKSPRES.COM - Mengapa perubahan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna menjadi perbincangan luas?
Benarkah tata letak kursi mencerminkan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, atau sekadar kebutuhan teknis persidangan?
Posisi Duduk Sidang Kabinet Memicu Spekulasi Mengenai Hubungan Kepemimpinan Nasional
Perubahan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna memicu beragam spekulasi di ruang publik.
Perhatian muncul karena Gibran tidak lagi duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo Subianto seperti pada sidang kabinet sebelumnya.
Sidang Kabinet Paripurna digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, (20/Juli/2026), dengan dihadiri menteri, wakil menteri, kepala lembaga, penasihat, dan utusan khusus Presiden.
Dalam forum tersebut, meja Presiden ditempatkan di bagian tengah menghadap seluruh peserta yang duduk dengan formasi huruf U.
Gerindra Tegaskan Presiden Dan Wakil Presiden Tetap Bekerja Secara Kompak Bersama
Dikutip dati media Indonesiaraya.co.id, Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi menegaskan tidak ada persoalan dalam hubungan Presiden dan Wakil Presiden.
Ia mengatakan keduanya tetap menjalankan pemerintahan melalui pembagian tugas yang saling melengkapi.
"Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak," kata Bambang Haryadi, Rabu, (22/Juli/2026).
Bambang menjelaskan Presiden memberikan ruang kepada Gibran untuk menjalankan berbagai penugasan di lapangan.