Jumlah Daftar Inventarisasi Masalah Menjadi Faktor Penentu Kecepatan Pembahasan
Habiburokhman menjelaskan mekanisme penyusunan DIM berbeda antara usul pemerintah dan usul DPR.
Jika berasal dari pemerintah, delapan fraksi DPR menyusun DIM masing-masing.
Perbedaan redaksi setiap fraksi dapat memperpanjang proses pembahasan.
Sebaliknya, usul DPR hanya memerlukan DIM dari pemerintah sehingga jumlah pembahasan dinilai lebih sederhana.
"Kalau DIM-nya dari pemerintah, prosesnya akan lebih cepat. Itu pengalaman kami di DPR selama ini," ujar Habiburokhman.
RUU Perampasan Aset Masih Menjadi Agenda Legislasi Prioritas Nasional
RUU Perampasan Aset telah lama menjadi salah satu rancangan undang-undang yang mendapat perhatian publik.
Regulasi tersebut diharapkan memperkuat instrumen hukum dalam penanganan aset yang diduga berasal dari tindak pidana.
Dengan statusnya sebagai Prolegnas Prioritas 2025-2026, DPR menegaskan pembahasan akan terus dilanjutkan melalui mekanisme legislasi yang dinilai paling efisien.****
Artikel Terkait
Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Prabowo Menjadi Pusat Ekonomi Desa dan Penyalur Subsidi Pemerintah
Reformasi Perpajakan Berlanjut APINDO Minta Pemerintah Sediakan Masa Transisi Demi Kepastian Dunia Usaha
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Alasan Defisit APBN Rp196,5 Triliun Masih Aman Pada Semester I 2026
SMAN 1 Matauli Pandan Raih Status IB World School, Bagaimana Dampaknya bagi Pendidikan Negeri Masa Depan
Video Lagu 'Gapapa' Berujung Laporan Polisi, Icha Chellow dan Mala Agatha Disorot Dugaan Pornografi di Medsos
Danantara Jalankan Investasi Hilirisasi Rp225 Triliun untuk Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas dan Peluang Kerja
Kejagung Akhiri Pendataan Program MBG Setelah Inventarisasi Rampung Dan Polemik SPPG Menjadi Perhatian
Keputusan Terbaru S&P Pertahankan Rating Kredit Indonesia Jadi Modal Penting Jaga Kepercayaan Investor
KPK Buka Peluang Sita Dugaan Uang Rp100 Juta kepada Gus Miftah Jika Terbukti Berasal dari Korupsi DJKA
Coretax Jadi Senjata DJP Menjaga Penerimaan PPN di Tengah Melemahnya Konsumsi, Apa Dampaknya Bagi APBN