INFO EKSPRES:
- Presiden Prabowo mengingatkan aparat negara agar tidak melupakan mandat rakyat sebagai sumber legitimasi kekuasaan.
- Birokrasi, TNI, Polri, dan Kejaksaan diminta menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan dan penegakan hukum berintegritas.
- Pemerintah menegaskan komitmen terhadap keadilan hukum tanpa membedakan latar belakang maupun kekuatan ekonomi.
SULBAREKSPRES.COM - Presiden Prabowo Subianto, di hadapan para pejabat negara, birokrat, serta jajaran petinggi TNI, Polri, dan Kejaksaan, menyerukan pentingnya introspeksi menyeluruh di tubuh instansi pemerintahan.
Presiden menekankan bahwa seluruh fasilitas, pangkat, dan kekuasaan yang melekat pada aparatur negara pada hakikatnya merupakan amanat langsung dari rakyat Indonesia.
Lebih lanjut, Kepala Negara hadir dalam peresmian bendungan di Lombok secara terbuka
memberikan teguran langsung kepada para birokrat serta jajaran pejabat militer dan kepolisian yang hadir.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Manajemen Kas Negara Kini Jadi Motor Baru Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Beliau mengingatkan agar tidak ada satu pun abdi negara yang melupakan asal-usul mandat mereka.
Dengan nada persuasif namun tegas, beliau menyebutkan bahwa atribut kehormatan yang dipakai oleh para perwira, mulai dari bintang pangkat, sepatu, hingga topi seragam, dibiayai sepenuhnya oleh keringat rakyat.
Peringatan serupa juga diarahkan kepada korps Kejaksaan agar senantiasa menjaga amanah dan meletakkan hukum di atas kepentingan personal atau kelompok.
Terkait penegakan hukum terhadap para koruptor, Presiden menyatakan bahwa meskipun prosesnya harus berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku, negara tidak akan pernah gentar.
Presiden menjamin bahwa hukum di Indonesia harus tegak secara berkeadilan bagi seluruh warga negara, tanpa memandang status sosial maupun kekuatan finansial. (Catatan: Dirgayuza).****
Artikel Terkait
IMF Pertahankan Proyeksi Ekonomi Indonesia 5 Persen, Mampukah Target APBN 2026 Tercapai di Tengah Risiko Global
Biodiesel B50 Jadi Strategi Baru Mengoptimalkan Sawit Demi Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi
Kasus BSI Anambas Masuk Pengadilan, Dugaan Dana Pelunasan Rp2,8 Miliar Terungkap Lewat Pengajuan Kredit
Putri William Soeryadjaya Tinggalkan Kursi Komisaris Saratoga Setelah Mengawal Korporasi Hampir 3 Dekade
Krisis PT Gunbuster Nickel Industry GNI Berlanjut, PHK 1.800 Pekerja Diiringi Harapan Investor Baru Segera Masuk
Harga CPO Berpotensi Menguat Lewat Implementasi B50, GAPKI Ingatkan Risiko Kenaikan Pungutan Ekspor
Mengapa Agrinas Dipercaya Kelola Sawit 400 Ribu Hektare untuk Mendukung Target Swasembada Pangan dan Energi
Rumah Dijaga TNI, Profil Febrie Adriansyah dan Rekam Jejak Jampidsus Kejagung Jadi Sorotan Publik
Pengunduran Diri Febrie Adriansyah Diterima Jaksa Agung, Bagaimana Nasib Penanganan Kasus Korupsi Selanjutnya
Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Manajemen Kas Negara Kini Jadi Motor Baru Penggerak Pertumbuhan Ekonomi