INFO EKSPRES:
- Prabowo menekankan koperasi akan menghadirkan pembiayaan murah, layanan kesehatan, logistik, dan perdagangan dalam satu lokasi.
- Pemerintah memastikan subsidi rakyat hanya disalurkan melalui koperasi agar tidak diperjualbelikan secara bebas.
- Prabowo menargetkan koperasi desa menjadi pusat distribusi subsidi sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pedesaan.
SULBAREKSPRESS.COM - Bagaimana pemerintah memastikan subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak tanpa kebocoran di lapangan?
Mampukah Koperasi Desa Merah Putih menjadi solusi pembiayaan murah sekaligus pusat pelayanan ekonomi bagi seluruh desa di Indonesia?
Prabowo Targetkan Koperasi Desa Merah Putih Putus Rantai Rentenir Dan Perkuat Penyaluran Subsidi
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih menjadi instrumen utama pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa, memperluas akses pembiayaan murah, dan menyalurkan subsidi secara tepat sasaran.
Baca Juga: Celine Evangelista Pastikan PublikRumah Dibeli Sejak 2018 dan Bantah Isu Hubungan dengan Jaksa Agung
Penegasan tersebut disampaikan Presiden pada Senin, 13 Juli 2026, saat memaparkan fungsi strategis koperasi desa.
Koperasi Desa Akan Menyatukan Berbagai Layanan untuk Warga
Presiden menjelaskan setiap KDKMP akan menyediakan berbagai layanan ekonomi.
Layanan itu mencakup toko sembako, koperasi simpan pinjam, apotek desa, gudang logistik, serta cold storage.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, "KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi... Akan ada logistik desa, akan ada gudang, akan ada cold storage supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak."
Ia menyebut keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Akses Pinjaman Murah Dinilai Menjadi Kebutuhan Masyarakat Desa
Presiden menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi petani.
Akibatnya, sebagian masyarakat memanfaatkan pinjaman berbunga tinggi untuk memenuhi kebutuhan produksi maupun biaya hidup.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, "Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia."
Artikel Terkait
Mengapa KPK Menyita SGD12 Ribu dalam Kasus Alih Fungsi Hutan, Ini Fakta Penyidikan Terbaru yang Terungkap
Koleksi Buku Perpustakaan Gambarkan Perjalanan Intelektual Prabowo Sejak Menjadi Ketua Tim Debat di London
Presiden Prabowo Catat Beragam Capaian Sepekan, Dari Kerja Sama Internasional Hingga Penguatan Ekonomi Desa
Rudi Margono Resmi Menjadi Plt Jampidsus, Pengalaman Pengawasan dan Penindakan Jadi Modal Utama
Menkop Pastikan Format Baru Pelatihan Kopdeskel Merah Putih Fokus Profesionalisme dan Pengembangan Bisnis
Profil Lengkap Tan Kian, Pendiri Korporasi Properti Premium yang Kini Diperiksa Sebagai Saksi oleh Polda Metro
Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Dipertanyakan Setelah IMF Pertahankan Proyeksi Hanya 5 Persen
Don Ritto dan Febrie Adriansyah Sama-Sama Alumni FH Unja, Ini Fakta Relasi dalam Penyidikan Dugaan TPPU Polri
Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU Disidik Polri, Peran Kementerian ESDM Jadi Sorotan dalam Kasus Blackout
Celine Evangelista Pastikan PublikRumah Dibeli Sejak 2018 dan Bantah Isu Hubungan dengan Jaksa Agung