Sudaryono menegaskan penghentian operasional dilakukan karena keselamatan penerima manfaat menjadi pertimbangan utama.
"Intinya dapur yang beroperasi kemudian dia tidak memenuhi standar yang kita tentukan dan itu kemudian kita hentikan, karena taruhannya nyawa," ujar Sudaryono.
Selain menghentikan operasional dapur, BGN juga memberhentikan 261 pegawai non-ASN yang terdiri atas 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.
Rangkaian langkah tersebut menunjukkan hasil audit Kejaksaan menjadi pijakan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola SPPG.
Mulai dari kepatuhan operasional, kualitas layanan, hingga penegakan disiplin internal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.****