BMKG memperkirakan risiko karhutla mulai meningkat sejak Juli, ancaman tersebut diprediksi mencapai puncaknya selama Agustus hingga September 2026.
Lima provinsi menjadi prioritas pengawasan, yakni Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Operasi Modifikasi Cuaca Diperkuat Jaga Air dan Lahan Gambut Nasional
BMKG bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca sebagai langkah preventif.
Operasi tersebut dilakukan berdasarkan data meteorologi, tinggi muka air tanah gambut, dan pemantauan titik panas.
"Kita menjaga agar permukaan air tetap pada kondisi normalnya sehingga gambut tetap jenuh basah dan tidak mudah terbakar," jelas Teuku Faisal Fathani.
Selain mencegah karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca dimanfaatkan menjaga pasokan air di waduk strategis.
Salah satu pelaksanaannya dilakukan di kawasan Danau Toba untuk mendukung irigasi, air bersih, dan operasional pembangkit listrik tenaga air.
Sebagai latar belakang, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir rutin mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca ketika menghadapi cuaca ekstrem, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.
BMKG Rekomendasikan Langkah Adaptasi pada Pangan, Energi dan Kesehatan Nasional
BMKG juga mengeluarkan rekomendasi lintas sektor menghadapi dampak El Nino.
Pada sektor pertanian, pemerintah didorong mempercepat masa tanam sebelum periode defisit air mencapai puncak.
BMKG juga merekomendasikan penggunaan varietas tanaman berumur genjah dan prioritas distribusi air pada fase kritis pertumbuhan tanaman.
Di sektor kesehatan, BMKG mendorong pemantauan kualitas udara serta penguatan sistem peringatan dini berbasis konsentrasi PM2.5.