BMKG Peringatkan El Nino 2026 Berpotensi Sangat Kuat, Simak Dampaknya Terhadap Pangan, Air dan Energi

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Kamis, 30 Juli 2026 | 16:07 WIB
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan pengelolaan waduk berbasis prakiraan cuaca penting untuk menjaga pasokan air dan listrik nasional. (Dok. bmkg.go.id)
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan pengelolaan waduk berbasis prakiraan cuaca penting untuk menjaga pasokan air dan listrik nasional. (Dok. bmkg.go.id)

BMKG memperkirakan risiko karhutla mulai meningkat sejak Juli, ancaman tersebut diprediksi mencapai puncaknya selama Agustus hingga September 2026.

Lima provinsi menjadi prioritas pengawasan, yakni Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Operasi Modifikasi Cuaca Diperkuat Jaga Air dan Lahan Gambut Nasional

BMKG bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca sebagai langkah preventif.

Baca Juga: Pemerintah Apresiasi Korporasi BRI Setelah KUR Perumahan Tembus 77.592 Unit pada Program 3 Juta Rumah

Operasi tersebut dilakukan berdasarkan data meteorologi, tinggi muka air tanah gambut, dan pemantauan titik panas.

"Kita menjaga agar permukaan air tetap pada kondisi normalnya sehingga gambut tetap jenuh basah dan tidak mudah terbakar," jelas Teuku Faisal Fathani.

Selain mencegah karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca dimanfaatkan menjaga pasokan air di waduk strategis.

Baca Juga: Ancaman PHK Meningkat, Yassierli Pastikan Mediasi Jadi Prioritas Sebelum Korporasi Mengambil Keputusan

Salah satu pelaksanaannya dilakukan di kawasan Danau Toba untuk mendukung irigasi, air bersih, dan operasional pembangkit listrik tenaga air.

Sebagai latar belakang, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir rutin mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca ketika menghadapi cuaca ekstrem, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.

BMKG Rekomendasikan Langkah Adaptasi pada Pangan, Energi dan Kesehatan Nasional

BMKG juga mengeluarkan rekomendasi lintas sektor menghadapi dampak El Nino.

Baca Juga: Airlangga Angkat Bicara Soal Rumor Perry Warjiyo, Fokus Pemerintah Tetap Stabilitas Bank Indonesia dan Rupiah

Pada sektor pertanian, pemerintah didorong mempercepat masa tanam sebelum periode defisit air mencapai puncak.

BMKG juga merekomendasikan penggunaan varietas tanaman berumur genjah dan prioritas distribusi air pada fase kritis pertumbuhan tanaman.

Di sektor kesehatan, BMKG mendorong pemantauan kualitas udara serta penguatan sistem peringatan dini berbasis konsentrasi PM2.5.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X