"Saya nggak tahu yang... saya nggak tahu. Nanti saya cek," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Ia menjelaskan tugas Kementerian Keuangan hanya berkaitan dengan pembayaran cicilan pembiayaan modal melalui Dana Desa dalam APBN.
Purbaya menambahkan pengelolaan operasional dan pengadaan berada dalam penugasan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Agrinas dan Kementerian Koperasi Berikan Penjelasan Masing-Masing kepada Publik
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, membantah pernah menyampaikan nilai pengadaan kipas angin tersebut.
"Saya enggak tahu. Saya enggak tahu dia ngomong di mana," ujar Joao Angelo de Sousa Mota, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Joao juga mengaku belum menerima alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan untuk kebutuhan yang dimaksud.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pengadaan tersebut bukan berada di bawah kementeriannya.
Ferry hanya memberikan ilustrasi bahwa terdapat kipas angin industri tertentu dengan harga belasan juta rupiah, tanpa memastikan kaitannya dengan isu yang beredar.
Baca Juga: Gerindra Bantah Spekulasi Hubungan Prabowo dan Gibran, Istana Sebut Tata Letak Sidang Hanya Teknis
Simkopdes Disiapkan untuk Membuka Data Barang dan Subsidi
Ferry mengatakan Kementerian Koperasi telah menyiapkan dashboard melalui Sistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Simkopdes.
Dashboard itu akan menampilkan data barang serta subsidi yang diterima setiap koperasi secara bertahap.
Kehadiran sistem tersebut diharapkan memperkuat transparansi pelaksanaan program KDKMP.