Didik Rachbini Ungkap Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Pentingnya Ekspor Berorientasi Global

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45 WIB
Target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen membutuhkan perubahan strategi. Didik J Rachbini menilai ekspor, investasi, dan industri berbasis sumber daya nasional harus diperkuat. (Dok Kreasi Dola AI)
Target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen membutuhkan perubahan strategi. Didik J Rachbini menilai ekspor, investasi, dan industri berbasis sumber daya nasional harus diperkuat. (Dok Kreasi Dola AI)

Didik menilai pemerintah perlu kembali mengevaluasi arah kebijakan ekonomi apabila ingin mengejar pertumbuhan 7-8 persen seperti yang menjadi aspirasi pembangunan.

Bank Dunia mencatat Vietnam tumbuh sekitar 8 persen pada 2025, ditopang pemulihan ekspor manufaktur dan penguatan permintaan domestik.

Karena itu, Didik menilai perubahan orientasi dari inward looking menuju outward looking menjadi penting agar ekspor dapat berfungsi sebagai mesin pertumbuhan baru.

Baca Juga: Luhut Tegaskan Hilirisasi Harus Naik Kelas dengan Pengusaha Lokal, Teknologi, Lingkungan, dan Keselamatan Kerja

Ia mengingatkan belanja pemerintah tidak dapat menjadi penopang pertumbuhan tinggi secara permanen karena ruang fiskal memiliki keterbatasan.

Di sisi lain, konsumsi masyarakat juga dinilai menghadapi tantangan karena kelas menengah mengalami tekanan yang berpotensi membatasi kekuatan konsumsi domestik.

Didik menyimpulkan bahwa tanpa perubahan kebijakan tersebut, Indonesia berisiko bertahan pada pertumbuhan moderat sekitar 5 persen atau bahkan lebih rendah.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X