Karena itu, kebijakan ekonomi dinilai perlu bergeser menuju orientasi ekspor dengan memperkuat daya saing industri dan penetrasi pasar internasional.
Orientasi tersebut diharapkan mampu menarik investasi asing langsung sekaligus mendorong investasi domestik melalui integrasi dengan rantai pasok global.
Investasi Asing Dan Industri Berbasis Sumber Daya Perlu Diperkuat
Didik menilai perubahan orientasi kebijakan dapat menciptakan sistem insentif yang lebih menarik bagi investasi asing dan domestik.
Menurut dia, dukungan infrastruktur serta birokrasi yang ramah dan efisien menjadi bagian penting untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif.
Investasi yang masuk kemudian diharapkan memperkuat industri berbasis sumber daya nasional atau resource based industry.
Bank Dunia juga mencatat bahwa ekspor dan investasi menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan, sementara tekanan eksternal masih menjadi tantangan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pengalaman Indonesia pada dekade 1980-an dinilai Didik dapat menjadi salah satu rujukan ketika pemerintah kembali mendorong kebijakan ekonomi berorientasi ekspor.
Pasar Domestik Besar Belum Cukup Untuk Industrialisasi Berkelas Dunia
Didik mengakui jumlah penduduk Indonesia memberikan keunggulan berupa pasar domestik yang besar bagi aktivitas ekonomi nasional.
Baca Juga: Bursa Gubernur BI Memanas, Destry Damayanti Masuk Pertimbangan Prabowo Bersama Sejumlah Nama Lain
Namun, menurut dia, pasar domestik saja tidak cukup untuk mendorong dunia usaha Indonesia naik kelas dan membangun industri berdaya saing global.
Ia menilai pelaku usaha perlu memperoleh kesempatan sekaligus tekanan kompetitif untuk memasuki pasar internasional dan meningkatkan produktivitas.
Pengalaman kebijakan pada era 1980-an disebut sebagai contoh ketika deregulasi dan orientasi ekspor membantu diversifikasi ekonomi Indonesia.
Artikel Terkait
DPR Bantah Isu Pergantian Kapolri, Listyo Sigit Tegaskan Keputusan Presiden Menjadi Penentu Jabatan Kepolisian
Isu Defisit APBN Diatas 3 Persen Dibantah, Pemerintah Tegaskan RAPBN 2027 Tetap Mengacu Aturan Fiskal yang Berlaku
Luhut Tegaskan Hilirisasi Harus Naik Kelas dengan Pengusaha Lokal, Teknologi, Lingkungan, dan Keselamatan Kerja
Investasi Hilirisasi Bauksit Capai Rp40,1 Triliun, Pemerintah Pertahankan Larangan Ekspor dan Perkuat Smelter
Pemadaman Listrik Kalimantan Tengah Belum Tuntas, GPG Minta DPR RI Evaluasi Kinerja Jajaran PLN Setempat
Bursa Gubernur BI Memanas, Destry Damayanti Masuk Pertimbangan Prabowo Bersama Sejumlah Nama Lain
Registrasi UMKM Jadi Kunci Integrasi Data Pajak, Luhut Soroti Celah Penghindaran Kewajiban Perpajakan Usaha
Ma’ruf Amin Bicara Tambang NU, Ingatkan Perebutan Konsesi Bisa Ganggu Persatuan dan Kemaslahatan Umat
Survei Terbaru IPO Ungkap Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo, MBG Menjadi Faktor Persepsi Positif
Febrie Adriansyah Diberhentikan Sementara Sebagai Jaksa, Kejagung Jelaskan Alasan dan Mekanisme Sesuai Ketentuan