INFO EKSPRES:
- Literasi, sekolah, URI, guru, dan Kopdes menjadi lima isu utama dalam klarifikasi DFK Juli 2026.
- Pemerintah menyebut program pendidikan terus berjalan dengan dukungan anggaran lintas kementerian dan lembaga.
- Masyarakat diminta mengutamakan sumber resmi sebelum mempercayai informasi yang beredar.
SULBAREKSPRES.COM- Benarkah pemerintah tidak lagi peduli terhadap literasi, kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, hingga pembangunan Koperasi Desa Merah Putih seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial sepanjang Juli 2026?
Atau justru sebagian narasi yang beredar merupakan disinformasi yang perlu diuji dengan data resmi, sehingga publik dapat membedakan antara fakta, opini, dan informasi yang menyesatkan sebelum mengambil kesimpulan?
Pemerintah Tak Peduli Literasi karena Anggaran Perpusnas Tak Bisa Bagi Buku Gratis
Faktanya: Anggaran program literasi diberikan tidak hanya di Perpusnas, tapi juga di beberapa Kementerian dan Lembaga lain.
Misalkan, Kementerian Dikdasmen pada akhir bulan Juli telah mengirimkan 5,5 juta buku gratis yang terdiri dari 200 judul buku bermutu hasil sayembara ke 18.444 SD dan 6.165 SMP se-Indonesia di 38 Provinsi dan 510 Kabupaten / Kota:
https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15886-lebih-dari-55-juta-buku-bacaan-bermutu-dikirim-untuk-perkuat-literasi-anak-indonesia
Selain itu, tahun ini Kementerian Dikdasmen juga buka akses ke 1.842 judul e-buku berkualitas di web https://buku.kemendikdasmen.go.id/katalog.
Beberapa Pemerintah Daerah juga memanfaatkan TKD dari Pemerintah Pusat untuk membuka perpustakaan-perpustakaan baru yang sangat moderen dan nyaman, serta dilengkapi dengan koleksi buku lengkap.
Pemerintah Tak Peduli Kualitas Pendidikan Karena Banyak Sekolah yang Masih dalam Kondisi Rusak
Faktanya: Saat Presiden Prabowo mulai menjabat Oktober 2024, lebih dari 500.000 ruang kelas dalam kondisi rusak.
Hampir tidak ada SD, SMP dan SMA memiliki fasilitas olahraga, perpustakaan dan laboratorium lengkap.
Karena itu, Presiden Prabowo jalankan revitalisasi 16.000 sekolah di tahun 2025, meningkat ke 70.000 sekolah di 2026. Seluruh sekolah ditargetkan selesai revitalisasi 2029.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Program MBG Rp10,5 Triliun, Begini Respons Kepala BGN Sudaryono
Selain itu dibangun / sudah dibuka bertahap beberapa sekolah baru dengan fasilitas lengkap: 500 Sekolah Rakyat, 500 Sekolah Nasional Terintegrasi, 20 SMA Garuda, 6 SMA Taruna Nusantara.