INFO EKSPRES:
- Kepala BGN mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada pihak yang menjanjikan proyek MBG atas namanya.
- Digitalisasi sistem menjadi langkah memperkuat pengawasan dan akuntabilitas Program MBG.
- Penyerapan hasil petani, peternak, dan nelayan menjadi salah satu dampak ekonomi Program MBG.
SULBAREKSPRES.COM - Benarkah ada pihak yang mencatut nama Kepala Badan Gizi Nasional untuk menawarkan proyek MBG?
Mengapa pembenahan transparansi kini menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program unggulan pemerintah tersebut?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta masyarakat mewaspadai segala bentuk pencatutan nama dirinya.
Baca Juga: Gerindra Bantah Spekulasi Hubungan Prabowo dan Gibran, Istana Sebut Tata Letak Sidang Hanya Teknis
Penegasan itu disampaikan bersamaan dengan komitmennya membenahi tata kelola Program MBG agar lebih transparan, akuntabel, dan terdokumentasi secara digital.
Kepala BGN Pastikan Tidak Terlibat Kepemilikan SPPG Atau Dapur MBG
Dikutip dari media Hallo Desa (Desa.hallo.id), Sudaryono membantah dirinya memiliki dapur MBG atau SPPG.
Ia juga membantah keluarganya terlibat dalam kepemilikan fasilitas tersebut.
"Nggak ada, nggak ada. Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur," kata Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.
Seluruh Proses Program MBG Harus Berjalan Transparan Dan Terbuka Penuh
Sudaryono menilai pengambilan keputusan tidak boleh lagi melalui jalur informal.
Menurutnya, seluruh proses harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Ia menyebut digitalisasi menjadi salah satu solusi memperkuat rekam jejak setiap proses.