• Minggu, 23 Agustus 2026

Persoalan KCBN Muaro Jambi Masuk Perhatian UNESCO Setelah LPKNI Laporkan Aktivitas Stockpile Batu Bara

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:52 WIB
Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi menghadapi tantangan perlindungan dari aktivitas industri. Pemerintah kini didorong menata stockpile dan memastikan status aset kawasan. (Dok. LPKNI)
Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi menghadapi tantangan perlindungan dari aktivitas industri. Pemerintah kini didorong menata stockpile dan memastikan status aset kawasan. (Dok. LPKNI)

Masa Depan Warisan Muaro Jambi Bergantung Keputusan Pemerintah

Pemerintah sebelumnya telah menjalankan program revitalisasi KCBN Muaro Jambi, termasuk pemugaran, penataan lingkungan, normalisasi parit, dan pembangunan museum.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menyebut revitalisasi kawasan seluas 3.981 hektare penting karena terdapat sekitar 115 struktur candi yang masih membuka peluang penelitian lanjutan.

Kini, perhatian publik tertuju pada penyelesaian persoalan zonasi, kepastian aset, penataan industri, serta perlindungan situs dari potensi dampak aktivitas batu bara.

Baca Juga: Kemendag Hubungkan Daerah Surplus dan Kekurangan Pasokan Telur Ayam Melalui Business Matching Antarwilayah

Materi referensi tidak memuat tanggapan langsung dari korporasi pemilik atau pengelola stockpile, sehingga posisi mereka belum dapat disimpulkan dari informasi yang tersedia.

Bagi Kurniadi, langkah membawa persoalan ke UNESCO menjadi dorongan agar penyelamatan Muaro Jambi tidak berhenti pada wacana.

Industri dan stockpile dapat direlokasi, tetapi kerusakan terhadap warisan sejarah berpotensi meninggalkan dampak yang sulit dipulihkan.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X