Berbagai industri strategis yang selama ini hanya hidup dalam seminar dan kajian mulai berubah menjadi pabrik, lapangan kerja, dan produk nyata karena dibiayai dan dibangun oleh Danantara. Akhirnya.
Akhirnya ini terbangun. Akhirnya itu selesai.
Dan saya taksir masih akan ada banyak “akhirnya” di era Presiden Prabowo ini.
Berbagai capaian ini menjadi mungkin karena prinsip, “do not let the perfect be the enemy of the good.”
Presiden Prabowo tidak menunggu semuanya sempurna. Yang penting diputuskan. Dikerjakan. Lalu disempurnakan sambil berjalan.
Kalau tidak, seperti kata Indonesianis Adam Schwartz, Indonesia akan selamanya menjadi a nation in waiting.
Sekarang, Indonesia is no longer in waiting.
Catatan: Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. Catatan atas kerja Presiden yang lebih lengkap dapat dibaca dalam buku Presiden Solusi / Problem Solver.****
Artikel Terkait
Legenda Samba Paria Asal Sulbar Ungkap Perjuangan Gadis Mandar Melawan Raja Kejam demi Keluarga dan Rakyat
Stimulus Rp110,7 Triliun dan APBN 2025 Diklaim Jaga Daya Beli, Seberapa Besar Dampaknya Bagi Masyarakat
Mengapa Isu Aisyah Zakiyyah dan Dody Hanggodo Ramai Dibahas? Simak Fakta Lengkap Pengangkatan Komisaris PT PP
Pailit PT DPS Jadi Momentum Pembenahan bagi Industri Galangan Kapal Nasional, Ini Respons Para Pengusaha
Dony Oskaria Jelaskan Alasan Teguh Arief Indratmoko Ditunjuk Menjadi Dirut Peruri Gantikan Dwina Septiani Wijaya
Purbaya Sebut Reformasi DJP Berhasil, Penerimaan Pajak Tumbuh 24,6 Persen Pada Semester Pertama Tahun 2026
Georgetown University Nilai Indonesia Punya Peluang Besar Melahirkan Solusi Dunia Lewat Riset, Investasi, dan Penciptaan Lapangan Kerja Nasional
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry Juliantono Berikan Penjelasan Resmi di DPR
Dony Oskaria Perkuat Sinergi BUMN Untuk Mendorong Koperasi Merah Putih Menjadi Pusat Ekonomi Desa Nasional
Purbaya Optimistis Kopdes Merah Putih Untung Setelah Jadi Penyalur Barang Subsidi Pemerintah untuk Masyarakat