Besarnya kontribusi hilirisasi menunjukkan sektor pengolahan sumber daya alam semakin penting dalam struktur investasi nasional.
Di sisi lain, kritik Bahlil mengenai pembiayaan dan distribusi manfaat menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar setelah investasi masuk.
Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan larangan ekspor menghasilkan industri domestik yang kuat sekaligus memperluas manfaat ekonomi.
Baca Juga: Survei LKPI Sebut Kepuasan Masyarakat terhadap Prabowo Tetap Tinggi, Apa Faktor Utama Penentunya
Jika pembiayaan nasional, kapasitas industri, dan kelembagaan terus diperkuat, lonjakan investasi bauksit dapat menjadi pijakan memperdalam hilirisasi Indonesia.****