ekonomi

Investasi Hilirisasi Bauksit Capai Rp40,1 Triliun, Pemerintah Pertahankan Larangan Ekspor dan Perkuat Smelter

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:36 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendorong pengolahan bauksit dan tembaga di dalam negeri agar Indonesia memperoleh nilai tambah dan memperkuat industri nasional. (Dok. Instagram.com @bahlillahadalia)

INFO EKSPRES:

  • Bahlil menyebut Indonesia tidak memiliki pilihan selain membangun industri pengolahan mineral di dalam negeri.
  • Penguatan hilirisasi diharapkan menciptakan lapangan kerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Bahlil menilai pengalaman Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok menunjukkan pentingnya kelembagaan dalam hilirisasi.

SULBAREKSPRES.COM - Mengapa investasi hilirisasi bauksit melonjak 193 persen justru ketika pemerintah mempertegas larangan ekspor komoditas tersebut?

Apakah lonjakan investasi ini cukup untuk memastikan Indonesia bukan hanya menjadi lokasi smelter, tetapi benar-benar menguasai industri dan menikmati manfaat ekonominya?

Investasi Hilirisasi Bauksit Melonjak Saat Smelter Terus Didorong Pemerintah

Investasi hilirisasi bauksit mencatat lonjakan tajam pada kuartal II 2026 di tengah konsistensi pemerintah membatasi ekspor bahan mentah mineral.

Baca Juga: Luhut Tegaskan Hilirisasi Harus Naik Kelas dengan Pengusaha Lokal, Teknologi, Lingkungan, dan Keselamatan Kerja

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut realisasi investasi hilirisasi bauksit mencapai Rp40,1 triliun.

Angka tersebut melonjak 193 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya mencapai Rp13,7 triliun.

Menurut Rosan, peningkatan tersebut didorong pembangunan sejumlah fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter bauksit.

Baca Juga: DPR Bantah Isu Pergantian Kapolri, Listyo Sigit Tegaskan Keputusan Presiden Menjadi Penentu Jabatan Kepolisian

Pembangunan fasilitas tersebut melibatkan investor dalam negeri maupun luar negeri yang masuk ke sektor pengolahan mineral.

Nilai investasi bauksit tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan sejumlah komoditas hilirisasi lain pada kuartal II 2026.

Investasi hilirisasi nikel tercatat Rp29,4 triliun, sedangkan tembaga mencapai Rp16,7 triliun pada periode yang sama.

Baca Juga: DPR Bantah Isu Pergantian Kapolri, Listyo Sigit Tegaskan Keputusan Presiden Menjadi Penentu Jabatan Kepolisian

Investasi besi baja mencapai Rp13,2 triliun, pasir silika Rp4 triliun, serta komoditas lainnya mencapai Rp4,7 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini