Sorotan tersebut menunjukkan tantangan hilirisasi kini tidak hanya berkaitan dengan investasi, ekspor, dan pertumbuhan kawasan industri, tetapi juga kualitas manfaat domestik.
Standar Lingkungan Menjadi Syarat Penting Daya Saing Global
Luhut mengatakan perubahan tuntutan pasar global membuat rantai pasok bersih dan berkelanjutan semakin menentukan daya saing industri.
“Pasar dunia semakin menuntut pasok yang bersih. Jadi ini bukan lagi pilihan, ini syarat berdaya saing,” katanya.
Dengan demikian, penguatan standar lingkungan dan keselamatan menjadi bagian dari strategi mempertahankan daya saing industri Indonesia di pasar global.
Morowali Dan Halmahera Menjadi Bukti Dampak Hilirisasi Mineral
Luhut mengingat kembali masa awal larangan ekspor bijih nikel yang memicu tekanan internasional dan gugatan Indonesia di WTO.
“Saya masih ingat masa-masa awal larangan ekspor bijih nikel, kami dicibir, kami ditekan dari berbagai arah,” ujar Luhut.
Kebijakan tersebut, menurut Luhut, kemudian menunjukkan hasil melalui peningkatan ekspor produk hilir nikel dan pertumbuhan ekonomi kawasan industri.
“Morowali dan Halmahera Tengah yang dulu nyaris tidak tercatat dalam peta ekonomi nasional, sekarang tumbuh dua digit,” katanya.
Luhut juga mengapresiasi 10 buku karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang dinilai terbuka menggambarkan capaian dan persoalan industri.
Ia menyebut buku tersebut memuat persoalan daerah penghasil, pengusaha lokal, lingkungan, serta keterampilan pekerja secara terbuka.****