Indeks konsumsi ritel yang mencapai 123,3 turut memperlihatkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.
Permintaan Domestik Diproyeksikan Menjadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini
Pemerintah menilai kombinasi berbagai indikator tersebut memperlihatkan fondasi ekonomi nasional masih kuat.
Karena itu, kebijakan fiskal akan terus diarahkan agar permintaan domestik tetap tumbuh secara berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi menghadapi perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global.
Baca Juga: Survei LKPI Sebut Kepuasan Masyarakat terhadap Prabowo Tetap Tinggi, Apa Faktor Utama Penentunya
Konsumsi rumah tangga selama ini masih menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sinergi Pemerintah dan Industri Otomotif Perlu Terus Diperkuat Bersama
Menteri Keuangan menilai industri otomotif memiliki dampak luas terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Industri ini mendukung investasi, memperkuat sektor manufaktur, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan, DJP Tegaskan APBN dan Pajak Didukung Fundamental Ekonomi Domestik
Pemerintah juga mendorong peningkatan daya saing industri melalui kolaborasi dengan GAIKINDO.
"Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional," tegas Menteri Keuangan.
Pemerintah berharap sinergi tersebut mampu memperkuat posisi industri otomotif Indonesia di pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing ekspor.****