Namun secara triwulanan, ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi 0,77 persen dibandingkan kuartal IV-2025.
Kondisi tersebut menunjukkan pola musiman masih memengaruhi pergerakan ekonomi nasional dari satu kuartal ke kuartal berikutnya.
Likuiditas dan Konsumsi Menjadi Penentu Arah Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berikutnya
Pelaku pasar kini menantikan pengumuman resmi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang akan menjadi indikator penting kondisi ekonomi nasional.
Data tersebut juga akan menjadi dasar evaluasi efektivitas kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga momentum pertumbuhan.
Pemerintah optimistis kombinasi penguatan likuiditas, investasi, konsumsi rumah tangga, dan aktivitas korporasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik pada semester kedua 2026.
Dengan tetap mengedepankan pendekatan realistis, pemerintah berharap perlambatan sementara pada kuartal II tidak mengubah prospek positif perekonomian Indonesia sepanjang 2026.****