INFO EKSPRES:
- Susiwijono Moegiarso menegaskan pemerintah bersikap realistis terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026.
- Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kondisi ekonomi nasional akan membaik pada kuartal III dan kuartal IV.
- Pemerintah memastikan likuiditas ekonomi tetap terjaga untuk menopang aktivitas dunia usaha.
SULBAREKSPRES.COM - Apakah perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sinyal melemahnya daya tahan perekonomian nasional setelah momentum Ramadan dan Idulfitri berakhir?
Mampukah strategi pemerintah menjaga likuiditas mengembalikan laju investasi, konsumsi rumah tangga, dan dunia usaha pada paruh kedua 2026?
Pemerintah mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 berpotensi lebih rendah dibandingkan capaian kuartal pertama yang mencapai 5,61 persen secara tahunan.
Baca Juga: Fakta Penetapan Nurman Herin Sebagai Tersangka TPPU dan Dampaknya pada Penyidikan Febrie Adriansyah
Meski demikian, pemerintah menilai perlambatan tersebut merupakan bagian dari siklus musiman sehingga optimisme terhadap penguatan ekonomi pada semester kedua tetap terjaga.
Tidak Ada Momentum Musiman Penopang Konsumsi Pada Kuartal Kedua Tahun
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan pemerintah menggunakan pendekatan realistis dalam memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026.
Menurutnya, tidak adanya momentum besar seperti Ramadan dan Idulfitri membuat konsumsi masyarakat pada April hingga Juni tidak sekuat kuartal sebelumnya.
"Kita lihat memang di kuartal II tidak ada event besar seperti di kuartal I seperti Ramadan dan Lebaran yang sudah bergeser dari kuartal I, sehingga kami akan bersikap realistis," kata Susiwijono Moegiarso.
Susiwijono menegaskan pemerintah masih melakukan penghitungan ulang sebelum angka resmi diumumkan kepada publik.
"Masih akan dihitung lagi. Kita berharap tetap lebih tinggi, setidaknya berada di kisaran kuartalan yang wajar, namun kami tetap berharap bisa lebih baik. Siklusnya memang seperti itu," ujarnya.
Pemerintah berharap realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II tetap berada di kisaran yang tidak jauh berbeda dibandingkan capaian kuartal pertama.