Tingkat On Time Performance keberangkatan kereta penumpang mencapai 99,45 persen.
Sementara itu, ketepatan waktu kedatangan kereta penumpang tercatat sebesar 95,83 persen.
Pada layanan logistik, OTP keberangkatan kereta barang mencapai 97,65 persen, adapun OTP kedatangan kereta barang tercatat sebesar 98,06 persen.
Transformasi Digital Mempercepat Layanan Keberangkatan para Pengguna Kereta Api
Digitalisasi layanan terus diperluas melalui Face Recognition Boarding Gate.
Hingga Juli 2026, sebanyak 434.079 pelanggan telah memanfaatkan teknologi tersebut.
Stasiun Semarang Tawang menjadi pengguna layanan Face Recognition Boarding Gate terbanyak di wilayah Daop 4 Semarang.
Teknologi tersebut mempercepat proses boarding sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Revitalisasi Cagar Budaya Dorong Pariwisatan dan Ekonomi Kota Semarang
Sebagai stasiun kelas besar tipe A, kawasan pengembangan Stasiun Semarang Tawang memiliki luas sekitar 14,5 hektare.
Baca Juga: Mengapa Bank Dunia Mendorong Penurunan Ambang PKP Menjadi Rp500 Juta untuk Reformasi Pajak Indonesia
Bangunan cagar budaya berdiri di atas lahan sekitar 27.310 meter persegi dengan bangunan utama seluas sekitar 5.300 meter persegi.
Revitalisasi yang dilakukan pemerintah diharapkan memperkuat fungsi transportasi tanpa menghilangkan nilai sejarah bangunan, keberadaan stasiun juga mendukung sektor pariwisata Kota Semarang.
Sepanjang 2025, Kota Semarang menerima 8.923.868 kunjungan wisatawan yang terdiri atas 47.662 wisatawan mancanegara dan 8.871.530 wisatawan nusantara.