Sebelumnya, industri asuransi memiliki keterbatasan untuk berinvestasi secara langsung pada bullion atau emas fisik sebagai aset.
Dengan demikian, ETF emas diharapkan memperkuat kedalaman, likuiditas, dan daya saing sektor keuangan Indonesia.
Tantangan berikutnya adalah memastikan perlakuan pajak, infrastruktur perdagangan, serta ekosistem pendukung berkembang sejalan dengan pertumbuhan instrumen tersebut.****
Artikel Terkait
Isu Defisit APBN Diatas 3 Persen Dibantah, Pemerintah Tegaskan RAPBN 2027 Tetap Mengacu Aturan Fiskal yang Berlaku
Bursa Gubernur BI Memanas, Destry Damayanti Masuk Pertimbangan Prabowo Bersama Sejumlah Nama Lain
Registrasi UMKM Jadi Kunci Integrasi Data Pajak, Luhut Soroti Celah Penghindaran Kewajiban Perpajakan Usaha
Ma’ruf Amin Bicara Tambang NU, Ingatkan Perebutan Konsesi Bisa Ganggu Persatuan dan Kemaslahatan Umat
Survei Terbaru IPO Ungkap Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo, MBG Menjadi Faktor Persepsi Positif
Febrie Adriansyah Diberhentikan Sementara Sebagai Jaksa, Kejagung Jelaskan Alasan dan Mekanisme Sesuai Ketentuan
Didik Rachbini Ungkap Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Pentingnya Ekspor Berorientasi Global
Juda Agung Soroti Kebutuhan Investasi 2027, Swasta Diproyeksikan Topang Rp7.973 Triliun Pembiayaan
Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian MBR dan Non-MBR, BRI Perkuat Pilihan Pembiayaan KPR Masyarakat Indonesia
Calon Gubernur BI Destry Damayanti Resmi Diajukan Prabowo, DPR Segera Mengumumkan dan Proses Pencalonannya