Airlangga Hartarto.Ungkap Potensi 153 Ton Emas Pegadaian untuk Memperkuat Pasar ETF Emas Indonesia ke Depan

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:54 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut emas Pegadaian sekitar 153 ton memiliki nilai sekitar Dolar AS 20 miliar saat ini. (Facebook.com @Airlangga Hartarto)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut emas Pegadaian sekitar 153 ton memiliki nilai sekitar Dolar AS 20 miliar saat ini. (Facebook.com @Airlangga Hartarto)

Langkah tersebut kemudian diperkuat kerja sama PT Pegadaian dan KSEI pada Juni 2026 untuk mendukung penerapan EGR dan ETF emas semester II 2026.

Ekosistem Terintegrasi Dibutuhkan Agar ETF Emas Semakin Likuid

Airlangga menilai ETF emas bukan sekadar menambah pilihan investasi, tetapi juga berpotensi memperkuat likuiditas dan kedalaman pasar keuangan Indonesia.

Baca Juga: Didik Rachbini Ungkap Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Pentingnya Ekspor Berorientasi Global

“Emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas,” terang Airlangga Hartarto.

Menurut dia, ekosistem ETF emas harus terintegrasi dengan melibatkan manajer investasi, bank kustodian, bank bullion, dealer, hingga bursa efek.

Pengembangan ekosistem tersebut menjadi penting karena EGR dan ETF emas masih berada dalam tahap awal implementasi di pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Diberhentikan Sementara Sebagai Jaksa, Kejagung Jelaskan Alasan dan Mekanisme Sesuai Ketentuan

Cadangan Emas Pegadaian Berpotensi Perkuat Pasar ETF Nasional

Airlangga melihat potensi besar dari pengembangan instrumen investasi berbasis emas karena kepemilikan emas di Pegadaian mencapai sekitar 153 ton.

Jika dikonversikan menggunakan nilai saat ini, jumlah tersebut disebut Airlangga setara sekitar Dolar AS 20 miliar.

Potensi itu dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat basis aset dan pengembangan pasar ETF emas Indonesia ke depan.

Baca Juga: Isu Defisit APBN Diatas 3 Persen Dibantah, Pemerintah Tegaskan RAPBN 2027 Tetap Mengacu Aturan Fiskal yang Berlaku

Airlangga bahkan optimistis Indonesia dapat mengejar negara-negara lain yang telah memiliki pasar ETF emas lebih besar.

ETF Emas Buka Akses Baru Bagi Investor Institusi Indonesia

Selain investor ritel, ETF emas berpotensi memperluas ruang investasi bagi korporasi dan investor institusional, termasuk industri asuransi.

Airlangga mengatakan ETF emas membuka peluang lebih besar bagi perusahaan asuransi berinvestasi pada aset berbasis emas.

Baca Juga: Survei Terbaru IPO Ungkap Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo, MBG Menjadi Faktor Persepsi Positif

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X