Menurut IMF, kondisi itu dapat memperpanjang volatilitas harga komoditas, mengganggu rantai pasok global, meningkatkan inflasi, dan memperketat kondisi keuangan internasional.
Target Pemerintah Membutuhkan Momentum Pertumbuhan yang Lebih Kuat
Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4 persen dalam APBN.
Dengan proyeksi IMF sebesar 5,0 persen, diperlukan penguatan konsumsi domestik, investasi, serta ekspor agar target tersebut tercapai.
Baca Juga: Legenda Samba Paria dari Mandar Kisahkan Gadis Pemberani yang Akhiri Tirani Raja Zalim Demi Keadilan
Dalam beberapa laporan sebelumnya, IMF juga menilai ketahanan permintaan domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global.****
Artikel Terkait
Diduga Cemburu, Pemuda di Maros Dikeroyok Mantan Suami Pacar
Legenda Samba Paria dari Mandar Kisahkan Gadis Pemberani yang Akhiri Tirani Raja Zalim Demi Keadilan
Pertemuan Dudung Abdurachman dan PSMTI Bahas Ekonomi, Kepastian Hukum serta Sinergi Pemerintah dengan Dunia Usaha
Pendidikan Indonesia Catat Sejarah, SMAN 1 Matauli Pandan Menjadi SMA Negeri Pertama Berstatus IB World School
Problem Solver Tersedia Mulai Hari Ini, Langkah Perluas Diplomasi Literasi Indonesia Melalui Buku Berbahasa Inggris
Rapat Panitia Munas VIII PSMTI Bahas Kesiapan Akhir, Pengurus Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi Organisasi
Belanja Negara Melampaui Target, Defisit APBN 2026 Meningkat Meski Pemerintah Tetap Optimistis Mengendalikannya
Brankas Rahasia di Cafe De'Clan Berisi Rp60 Miliar, Polisi Dalami Aliran Dana Dan Kepemilikan Aset Dugaan Korupsi
Mengapa Laba BTN Melonjak Lebih dari 54 Persen Saat Industri Perbankan Hadapi Berbagai Tantangan Ekonomi
OJK Tegaskan Tak Berhenti Memburu Henry Surya, Penyitaan Aset Jadi Kunci Pemulihan Dana Pemegang Polis