INTISARI :
- Legenda Samba Paria menjadi salah satu cerita rakyat Mandar yang tetap hidup dalam tradisi masyarakat Sulawesi Barat.
- Kisah ini menggambarkan perjuangan seorang gadis sederhana melawan penguasa yang menindas rakyat dan keluarganya.
- Hingga kini, Legenda Samba Paria terus dikenang sebagai simbol keberanian, keadilan, dan warisan budaya Nusantara.
SULBAREKSPRES.COM - Mengapa seorang gadis yatim piatu yang hidup terpencil di tengah hutan mampu mengguncang takhta kerajaan yang ditakuti seluruh rakyat?
Bagaimana keberanian, kasih sayang kepada adik, dan kecerdikannya menjadi awal runtuhnya kekuasaan seorang raja yang kejam dan serakah?
Di pesisir barat Pulau Sulawesi tumbuh sebuah legenda yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Mandar.
Kisah ini bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan cerminan keberanian rakyat kecil menghadapi kekuasaan yang zalim.
Tokoh utamanya adalah Samba Paria, seorang gadis sederhana yang dikenang karena keberanian dan kecerdasannya dalam membebaskan negerinya dari tirani.
Legenda ini berakar dari wilayah yang kini dikenal sebagai Provinsi Sulawesi Barat, tanah yang sejak dahulu terkenal sebagai jalur perdagangan laut dan penghasil rempah-rempah bernilai tinggi.
Kerajaan Makmur yang Berubah Menjadi Tempat Penderitaan Bagi Seluruh Rakyat
Kerajaan Bumi Mandar memiliki sawah luas, hutan lebat, pegunungan indah, serta lautan kaya ikan yang menjadi sumber kehidupan rakyat.
Cengkih menjadi komoditas paling berharga sehingga para pedagang dari berbagai negeri berlayar menuju pelabuhan Mandar untuk membelinya.
Kemakmuran itu ternyata hanya dinikmati keluarga istana karena sang raja melarang rakyat menjual cengkih secara bebas.
Raja membeli hasil panen dengan harga sangat murah, lalu menjualnya kembali kepada pedagang asing dengan keuntungan berlipat.
Rakyat semakin miskin meski hidup di negeri yang kaya akan hasil bumi dan perdagangan, siapa pun yang berani menentang kebijakan tersebut akan ditangkap, dihukum berat, bahkan dijatuhi hukuman mati.
Ketakutan menyelimuti seluruh negeri hingga banyak keluarga memilih melarikan diri menggunakan perahu menuju negeri lain.
Sayangnya, tidak sedikit perahu tenggelam diterjang gelombang besar Laut Mandar sebelum mencapai tujuan.
Artikel Terkait
MA Kabulkan Peninjauan Kembali PT Banggai Senteral Sulawesi, Ini Kata Direktur Muda!
Bandar Narkoba Hingga 3 Oknum Kades Terancam Diarak Warga, Hingga Sekcam Sidoan Angkat Bicara: Hukum Adat!
Polsek Moutong Rutin Patroli Pebatasan Gotontalo-Sulteng, Anggota Beri Imbauan Pengendara!
Kapolsek Ucapkan Selamat HUT TNI 79 ke Koramil 1306-11 Moutong!
PT SJA 1 Akan Lepas Lahan Untuk Warga Transmigrasi Desa Tontowea, Cek Jumlah Luasannya!
Himbauan Kamtibmas Kapolres Morowali Utara Selama Pilkada 2024!
Polsek Paleleh Gelar Operasi Pekat Tinombala 2024, Sararannya Miras Hingga Sabung!
Arahan Presiden Jelas Berantas Tambang Ilegal, Kapolda Sulteng Tegas Tekakan Hukum Bagi Pelaku!
Seskab Teddy Ungkap Prabowo Support Papua Nugini untuk Gabung ke ASEAN
Diduga Cemburu, Pemuda di Maros Dikeroyok Mantan Suami Pacar