INFO EKSPRES:
- Lahan yang dikelola berasal dari putusan pengadilan, aset sitaan, dan penertiban kawasan hutan secara bertahap.
- Kinerja produksi belum memenuhi target RKAP, namun tren operasional mulai menunjukkan perbaikan.
- Agrinas mendapat tugas mengembangkan sawit, kedelai, jagung, dan singkong dalam skala ratusan ribu hektare.
SULBAREKSPRES.COM - Mampukah PT Agrinas Palma Nusantara meningkatkan produksi sawit ketika target operasional masih tertinggal dari rencana bisnis perusahaan?
Bagaimana korporasi menjalankan mandat baru pemerintah mengembangkan jutaan hektare lahan untuk mendukung swasembada pangan sekaligus energi nasional?
Agrinas Terima Mandat Strategis Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
PT Agrinas Palma Nusantara memperoleh penugasan baru dari pemerintah untuk memperluas perkebunan sawit seluas 400 ribu hektare.
Baca Juga: Harga CPO Berpotensi Menguat Lewat Implementasi B50, GAPKI Ingatkan Risiko Kenaikan Pungutan Ekspor
Mandat tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat swasembada pangan dan energi melalui pengembangan komoditas pertanian dan energi terbarukan.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan penugasan itu diberikan melalui Menteri Pertanian.
"Kami juga dalam rangka swasembada pangan dan energi diberi tugas untuk memperluas kebun sawit 400 ribu hektare," ujar Mohammad Abdul Ghani, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.
Baca Juga: Biodiesel B50 Jadi Strategi Baru Mengoptimalkan Sawit Demi Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi
Selain sawit, Agrinas juga mendapat tugas mengembangkan kedelai seluas 400 ribu hektare, singkong 300 ribu hektare, dan jagung 250 ribu hektare.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyediakan bahan baku energi nabati di dalam negeri.
Pengembangan Energi Nabati Menjadi Bagian Strategi Hilirisasi Agrinas ke Depan
Agrinas tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam, tetapi juga menyiapkan pengembangan industri pengolahan.
Korporasi akan mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat yang ditargetkan beroperasi kembali pada akhir tahun depan.
Agrinas juga merencanakan pembangunan pabrik pengolahan singkong menjadi bioetanol untuk memperkuat pasokan energi terbarukan.
Artikel Terkait
Belanja Negara Melampaui Target, Defisit APBN 2026 Meningkat Meski Pemerintah Tetap Optimistis Mengendalikannya
Brankas Rahasia di Cafe De'Clan Berisi Rp60 Miliar, Polisi Dalami Aliran Dana Dan Kepemilikan Aset Dugaan Korupsi
Mengapa Laba BTN Melonjak Lebih dari 54 Persen Saat Industri Perbankan Hadapi Berbagai Tantangan Ekonomi
OJK Tegaskan Tak Berhenti Memburu Henry Surya, Penyitaan Aset Jadi Kunci Pemulihan Dana Pemegang Polis
IMF Pertahankan Proyeksi Ekonomi Indonesia 5 Persen, Mampukah Target APBN 2026 Tercapai di Tengah Risiko Global
Biodiesel B50 Jadi Strategi Baru Mengoptimalkan Sawit Demi Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi
Kasus BSI Anambas Masuk Pengadilan, Dugaan Dana Pelunasan Rp2,8 Miliar Terungkap Lewat Pengajuan Kredit
Putri William Soeryadjaya Tinggalkan Kursi Komisaris Saratoga Setelah Mengawal Korporasi Hampir 3 Dekade
Krisis PT Gunbuster Nickel Industry GNI Berlanjut, PHK 1.800 Pekerja Diiringi Harapan Investor Baru Segera Masuk
Harga CPO Berpotensi Menguat Lewat Implementasi B50, GAPKI Ingatkan Risiko Kenaikan Pungutan Ekspor