Belanja Negara Melampaui Target, Defisit APBN 2026 Meningkat Meski Pemerintah Tetap Optimistis Mengendalikannya

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Kamis, 9 Juli 2026 | 16:38 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.942,4 triliun sebagai bagian dari outlook APBN 2026. (Facebook.com @Purbaya Yudhi Sadewa)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.942,4 triliun sebagai bagian dari outlook APBN 2026. (Facebook.com @Purbaya Yudhi Sadewa)

Tambahan Belanja Pemerintah Difokuskan Untuk Subsidi dan Kompensasi Energi Nasional

Belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.942,4 triliun atau sekitar 102,6 persen dari pagu APBN 2026.

Belanja kementerian dan lembaga diperkirakan mencapai Rp1.630,4 triliun atau 107,9 persen dari pagu yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Legenda Samba Paria dari Mandar Kisahkan Gadis Pemberani yang Akhiri Tirani Raja Zalim Demi Keadilan

Sementara itu, belanja nonkementerian dan lembaga diproyeksikan sebesar Rp1.615,1 triliun atau 98,5 persen dari pagu, sedangkan transfer ke daerah diperkirakan mencapai Rp696,9 triliun atau 100,6 persen dari target.

Pemerintah juga mengusulkan tambahan belanja sebesar Rp132 triliun yang diprioritaskan untuk memenuhi kewajiban negara, terutama pembayaran subsidi dan kompensasi energi.

Penerimaan Negara Tetap Tumbuh Meski Pajak Belum Mencapai Target Tahunan

Pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.208,1 triliun atau sekitar 101,7 persen dari target APBN 2026.

Baca Juga: Diduga Cemburu, Pemuda di Maros Dikeroyok Mantan Suami Pacar

Namun, penerimaan perpajakan diperkirakan hanya mencapai Rp2.631,4 triliun atau 97,7 persen dari target yang telah ditetapkan.

Rinciannya, penerimaan pajak diproyeksikan sebesar Rp2.310,8 triliun atau 98 persen dari target, sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai Rp320,6 triliun atau 95,4 persen dari target.

Sebaliknya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan menjadi penopang utama pendapatan negara dengan realisasi mencapai Rp575,1 triliun atau 125,2 persen dari target APBN 2026.

Baca Juga: Polsek Paleleh Gelar Operasi Pekat Tinombala 2024, Sararannya Miras Hingga Sabung!

Outlook Fiskal Menjadi Acuan Evaluasi Pelaksanaan APBN Sepanjang Tahun Berjalan

Outlook APBN merupakan proyeksi yang digunakan pemerintah untuk mengevaluasi perkembangan pendapatan, belanja, dan pembiayaan negara sebelum tahun anggaran berakhir.

Perubahan proyeksi tersebut mencerminkan dinamika pelaksanaan anggaran sekaligus kebutuhan pendanaan berbagai program prioritas pemerintah.

Meski proyeksi defisit meningkat, pemerintah menegaskan upaya menjaga disiplin fiskal tetap menjadi prioritas.

"Saya yakin kita masih bisa menekan defisit ini ke bawah," tegas Purbaya Yudhi Sadewa.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X